Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Selatan

Hasil Uji Sampel, Bakteri Ditemukan Dalam Menu MBG Pasie Raja Aceh Selatan

Berdasarkan hasil uji sampel dari LOKA POM terkait keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

Editor: mufti
Serambinews.com/HO
Plt Sekretaris Daerah Aceh Selatan Diva Samudra Putra 
Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan hasil uji sampel dari LOKA POM terkait keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan adanya bakteri atau microba dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat itu
  • Hasil uji menunjukkan bahwa dari lima sampel makanan yang diperiksa, ditemukan adanya cemaran mikroba seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella
  • Ketua Satgas Penyelenggaraan Program MBG Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, menyampaikan bahwa Hasil Uji Sampel Kejadian Luar Biasa (KLB) ini menjadi pedoman

Menjadi pedoman, bahan masukan dan sebagai tindak lanjut bagi Instansi dan pengambil kebijakan terkait sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundangundangan. DIVA SAMUDRA PUTRA, Kasatgas MBG Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Berdasarkan hasil uji sampel dari LOKA POM terkait keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pangan yang terjadi di Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, beberapa waktu lalu, ditemukan adanya bakteri atau microba dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat itu.

Hal itu diterungkap setelah Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Aceh Selatan resmi menyampaikan hasil uji sampel dari LOKA POM terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) pangan tersebut, Selasa (17/3/2026).

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Penyelenggara pogram MBG, Diva Samudra Putra, kasus ini bermula dari laporan Puskesmas Ujung Padang Rasian pada Jumat (27/2/2026) dini hari. 

Sebanyak 18 orang dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, pusing, serta sakit perut dan harus mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Para pasien didiagnosis mengalami Gastroenteritis Akut (GEA).

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Dinas Kesehatan langsung melakukan peninjauan ke dua lokasi, yakni Puskesmas untuk pengumpulan data serta pengambilan sampel muntahan dan tinja, kemudian lokasi kedua di SPPG Ujung Padang Asahan Yayasan Ruang Kito Basamo untuk pengambilan sampel makanan dan minuman.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, diduga sumber kejadian berasal dari makanan yang didistribusikan oleh SPPG Padang Asahan ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Pasie Raja, pada Kamis (26/2/2026).

Selanjutnya, sampel makanan dan minuman dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banda Aceh untuk dilakukan pengujian laboratorium.

Hasil uji menunjukkan bahwa dari lima sampel makanan yang diperiksa, ditemukan adanya cemaran mikroba seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa makanan tersebut tidak memenuhi syarat.

Ketua Satgas Penyelenggaraan Program MBG Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, menyampaikan bahwa Hasil Uji Sampel Kejadian Luar Biasa (KLB) ini menjadi pedoman. 

“Menjadi pedoman, bahan masukan dan sebagai tindak lanjut bagi Instansi dan pengambil kebijakan terkait sesuai dengan kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.(is)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved