Jumat, 10 April 2026

Banjir Landa Aceh

Safrizal ZA Tinjau Pembangunan Huntara Terakhir di Aceh Utara

Inspeksi pertama dilakukan ke pembangunan huntara di Dusun Leubok Meuku

Editor: mufti
Serambinews.com/HO/TANGKAP LAYAR VIDEO SATGAS PRR
Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA 
Ringkasan Berita:
  • Kasatgaswil PRR Aceh, Safrizal ZA, meninjau Huntara di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Kawasan tersebut berjarak puluhan kilometer dari Kota Lhoksukon
  • Bila tidak ada kendala, pembangunan huntara terakhir di Aceh Utara tersebut akan selesai tanggal 19 Maret 2026
  • Safrizal turut mengunjungi pengungsi yang masih berada di tenda pengungsi dan membagikan paket perlengkapan dapur

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, meninjau pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk korban terdampak bencana di Aceh, Senin (17/3/2026).

Kali ini, inspeksi dilakukan ke Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Kawasan tersebut berjarak puluhan kilometer dari Kota Lhoksukon.

Untuk menuju ke daerah itu, Safrizal harus menempuh jalan berbatu dengan medan rusak parah, di tengah hamparan perkebunan sawit. Membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam untuk mencapai kawasan itu. Desa tersebut sepenuhnya berada di dalam kawasan hamparan kebun sawit.

Inspeksi pertama dilakukan ke pembangunan huntara di Dusun Leubok Meuku. Di sana, Safrizal menerima laporan pembangunan huntara, yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Bukit Linteung, terdiri dari dua titik, Pertama di Dusun Meuku, kedua di Dusun Kareung. 

Masing-masing lokasi dibangun 7 blok dengan kapasitas 84 kamar. Untuk Dusun Kareung hanya tersedia 76 unit kamar, karena 8 unit diperuntukkan untuk musala. “Huntara tersebut diberikan fasilitas dua tempat tidur, satu kipas angin, dan satu lemari untuk tiap kamar. Kamar mandi umum, dapur umur disediakan. Termasuk listrik dan air bersih,” ujar Safrizal. 

Tak hanya itu, Safrizal juga berkunjung ke huntara yang dibangun BNPB di Dusun Teungoh. Di sana dibangun 23 blok huntara, dengan kapasitas 114 kamar. Tidak ada dapur umum dan toilet umum, karena toilet dibangun langsung per kamar. 

“Bila tidak ada kendala, pembangunan huntara terakhir di Aceh Utara tersebut akan selesai tanggal 19 Maret 2026. Dikerjakan 24 jam nonstop, dengan 70 persen pekerjanya merupakan warga lokal,” jelasnya. 

Dalam kunjungan itu, Safrizal menegaskan kepada Pj Sekda Aceh Utara agar tanggal 20 pagi pengungsi di tenda sudah masuk semuanya ke huntara. Pemda harus segera membuat surat yang isinya berupa instruksi pemindahan pengungsi ke huntara.

Safrizal juga berpesan, untuk huntara yang fasilitas MCK dibangun terpisah, agar lansia dan disabilitas ditempatkan di kamar yang dekat dengan MCK. “Sebelum pengungsi tiba, setiap pintu sudah ditempeli nama calon penghuni, supaya menghindari saling rebut–rebutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Safrizal turut mengunjungi pengungsi yang masih berada di tenda pengungsi dan membagikan paket perlengkapan dapur. "Nanti tanggal 20 (Maret) pagi akan dibantu bapak Bupati untuk pindah ke huntara yang baru selesai dan sudah dilengkapi dengan semua fasilitas, termasuk ini paket peralatan dapur dari satgas baru yang juga bisa digunakan,” pungkasnya.(ra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved