Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Timur

Sidak Pasar Peureulak, Bupati Ingatkan Agen Penyalur Tak Mainkan Harga Jelang Idul Fitri

“Kami akan menyurati para agen penyalur agar tidak menaikkan harga secara sepihak. Jika imbauan ini tidak diindahkan, tentu akan ada langkah lanjutan

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky saat menanyakan harga bahan pokok di pasar tradisional di Peureulak, Aceh Timur, Rabu (18/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi, memberi peringatan keras kepada agen penyalur bahan pokok agar tidak menaikkan harga secara sepihak.
  • Peringatan disampaikan saat sidak di Pasar Tradisional Peureulak, Rabu (18/3/2026), bersama Kapolres Aceh Timur.
  • Sidak bertujuan memantau stabilitas harga dan stok pangan menjelang tradisi meugang dan Idul Fitri 1447 H, terutama setelah masyarakat terdampak banjir.
  • Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi memberi peringatan keras kepada para agen penyalur bahan pokok agar tidak menaikkan harga secara sepihak.

Hal ini ditegaskan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Kapolres Aceh Timur di Pasar Tradisional Peureulak, Rabu (18/3/2026).

Sidak ini bertujuan untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan menjelang tradisi meugang dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, terutama di tengah kondisi masyarakat yang baru saja terdampak musibah banjir.

Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

Di antaranya, minyak goreng curah mencapai Rp 22.000 per kilogram, gula pasir sekitar Rp 20.000 per kilogram, dan beras premium mencapai Rp 230.000 per sak.

Selain itu, harga telur tercatat sekitar Rp58.000, kentang Rp 15.000 per kilogram, cabai merah Rp 38.000 per kilogram, dan cabai rawit mencapai Rp 60.000 per kilogram.

Bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp 45.000 per kilogram.

Untuk komoditas lainnya, kacang hijau dijual Rp 25.000 per kilogram.

Sementara di sektor perikanan, ikan bandeng berkisar Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, udang Rp 120.000 per kilogram, dan ikan tongkol sekitar Rp 40.000 per kilogram.

Kenaikan ini disinyalir terjadi akibat tingginya permintaan pasar serta kendala distribusi di tingkat agen dan pedagang.

Baca juga: Bupati Al-Farlaky dan Kapolres Aceh Timur Tinjau SPBU Jelang Lebaran

Merespons temuan tersebut, Al-Farlaky menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak akan tinggal diam.

Pihaknya melalui tim terkait akan segera menyurati para agen penyalur untuk memastikan harga tetap dalam batas kewajaran.

“Kami akan menyurati para agen penyalur agar tidak menaikkan harga secara sepihak. Jika imbauan ini tidak diindahkan, tentu akan ada langkah lanjutan berupa teguran keras,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa fluktuasi harga ini menjadi beban berat bagi warga, mengingat sebagian wilayah Aceh Timur baru saja dilanda banjir.

Kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dikhawatirkan akan menurunkan daya beli masyarakat secara drastis.

“Kita sangat berharap harga komoditas bisa kembali normal dan tidak melampaui HET. Stabilitas harga adalah kunci agar ekonomi masyarakat kembali pulih pascabanjir dan warga bisa menyambut Idul Fitri dengan tenang,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved