Jumat, 22 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Khalid Sisihkan Gajinya Untuk 1.000 Anak Yatim: Langkah Ini Jadi Contoh Bagi Dewan Lain di Aceh

Menurutnya, kepedulian seperti ini mencerminkan wajah kemanusiaan dalam dunia politik yang sering kali dipandang jauh

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nur Nihayati
FOR SERAMBINEWS.COM
Drs. Isa Alima 

Menurutnya, kepedulian seperti ini mencerminkan wajah kemanusiaan dalam dunia politik yang sering kali dipandang jauh 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepedulian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Golkar, Khalid terhadap anak yatim dan piatu mendapat respon positif. 

Seperti diketahui, Khalid memberi semua gaji pokoknya untuk anak yatim dan piatu yang tersebar di daerah pemilihannya yakni dapil 2, Pidie dan Pidie Jaya.

Pada tahun ini, total ada 1.000 anak yatim dan piatu yang disantuni Khalid, sepanjang bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan lokasi berbeda-beda.

Penyerahan santunan diiringi dengan acara buka puasa bersama masyarakat dan anak yatim.

Aksi mulia ini sudah berjalan selama dua tahun atau sejak dilantik sebagai anggota DPRA dari Partai Golkar periode 2024-2029.

Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Drs M Isa Alima, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas niat baik tersebut.

Baca juga: Anggota DPR RI TA Khalid Bantu Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Terdampak Banjir di Langkahan

Menurutnya, kepedulian seperti ini mencerminkan wajah kemanusiaan dalam dunia politik yang sering kali dipandang jauh dari sentuhan empati.

"Aksi kemanusiaan ini bukanlah sekadar kegiatan seremonial. Langkah ini menjadi simbol bahwa keberpihakan kepada masyarakat kecil tidak hanya dapat diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan mereka," katanya.

Isa Alima menilai bahwa langkah Khalid dapat menjadi teladan bagi anggota legislatif lainnya di seluruh daerah pemilihan di Aceh. 

Ia berharap gerakan sosial yang berorientasi pada kepedulian terhadap anak-anak yatim dapat terus berkembang dan menjadi budaya kolektif di kalangan para pemangku kebijakan.

“Anak-anak yatim adalah bagian dari amanah sosial yang harus dijaga bersama. Bantuan seperti ini bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberi mereka harapan untuk menatap masa depan dengan lebih percaya diri,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepedulian yang berkelanjutan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak yatim untuk meraih cita-cita mereka. 

Dengan dukungan moral dan material yang konsisten, generasi yang hari ini hidup dalam keterbatasan berpotensi tumbuh menjadi sumber kekuatan baru bagi pembangunan Aceh di masa mendatang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved