Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Aipda Maulizar Dapat Penghargaan dari Haji Uma, Kisah 12 Jam Terjebak Banjir Usai Selamatkan Warga

Dalam kondisi pasrah, ia sempat menghubungi keluarganya dan menyampaikan pesan terakhir terkait posisinya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Aipda Maulizar, Kanit Intel Polsek Sawang, Polres Lhokseumawe. 

Aipda Maulizar Dapat Penghargaan dari Haji Uma, Kisah 12 Jam Terjebak Banjir Usai Selamatkan Warga

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Aipda Maulizar, Kanit Intel Polsek Sawang, Polres Lhokseumawe.

Penghargaan kepada Aipda Maulizar atas dedikasi dan integritas yang ditunjukkan melalui aksi heroiknya dalam melakukan evakuasi ratusan warga saat bencana banjir yang melanda Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara akhir tahun lalu.

Penyerahan piagam penghargaan kepada Aipda Maulizar dilaksanakan pada Kamis (26/3/2026) di salah satu kafe dekat kediamannya di Krueng Mane, Aceh Utara.

Menurut Haji Uma, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan atas dedikasi serta pengabdian luar biasa kepada masyarakat, meskipun harus mempertaruhkan nyawa saat menyelamatkan warga yang terjebak banjir.

“Ini sangat menggugah perasaan dan rasa simpati kita. Beliau telah berupaya untuk menyelamatkan masyarakat meskipun dirinya sempat terseret arus banjir hingga mobilnya terbawa. Kita memberikan apresiasi penghargaan dan motivasi agar semangat pengabdian ini terus terjaga,” ujar Haji Uma.

Dalam kesempatan itu, Aipda Maulizar menceritakan kronologi kejadian saat banjir besar melanda wilayah tugasnya. 

Ia menyebutkan, setelah menerima laporan ketinggian air mencapai lima meter di sejumlah desa, dirinya langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 00.30 WIB meski kondisi rumahnya sendiri sudah mulai terendam.

Di tengah perjalanan, mobil yang dikendarainya sempat terseret arus akibat tingginya genangan air. 

Ia kemudian menyelamatkan diri dengan melompat dari jendela kendaraan.

Setibanya di lokasi, bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana, Aipda Maulizar memimpin proses evakuasi warga, termasuk para santri yang terjebak di dalam bangunan mushalla dengan ketinggian air hampir mencapai atap. 

Sekitar 200 warga berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Namun, saat melanjutkan evakuasi pada pagi hari, ia kembali diterjang banjir kiriman dengan ketinggian air mencapai dua hingga tiga meter. 

Dalam kondisi kelelahan, ia terseret arus sejauh kurang lebih 800 meter hingga akhirnya tersangkut di batang bambu di tengah derasnya arus.

Dalam situasi tersebut, Aipda Maulizar terjebak selama sekitar 12 jam tanpa bantuan, tanpa makanan, dan dalam kondisi komunikasi yang terbatas. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved