Jumat, 17 April 2026

Berita Bener Meriah

YARA Sorot Penanganan Jalan KKA yang Lamban

“Pemerintah segera hadir dengan tindakan nyata sebelum jatuh korban jiwa.” MUHAMMAD DAHLAN, Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah

Editor: mufti
Serambinews.com
FOTO BEBERAPA WAKTU YANG LALU -- Kondisi Jalan Lintas KKA Bener Meriah-Aceh Utara. Dokumen Bustami 
Ringkasan Berita:
  • YARA melontarkan kritik keras terkait lambannya penanganan kerusakan di ruas jalan Takengon-Krueng Geukeuh atau Jalan KKA dan jalan lintas Nasional Bireuen-Takengon
  • Ia mendesak pemerintah untuk tidak membiarkan masyarakat bertaruh nyawa setiap kali melintas di jalur tersebut
  • Jalur utama distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari dataran tinggi Gayo menuju wilayah pesisir, Mulai dari Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, hingga Sumatera Utara

“Pemerintah segera hadir dengan tindakan nyata sebelum jatuh korban jiwa.” MUHAMMAD DAHLAN, Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melontarkan kritik keras terkait lambannya penanganan kerusakan di ruas jalan Takengon-Krueng Geukeuh atau Jalan KKA dan jalan lintas Nasional Bireuen-Takengon.

Menurut YARA, hingga saat ini, kedua jalur vital tersebut belum tertangani secara maksimal pascabencana banjir dan longsor yang melanda beberapa bulan lalu.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, mengungkapkan, jalur KKA merupakan salah satu titik paling krusial dengan tingkat kerusakan yang mengkhawatirkan. Kondisi di lapangan menunjukkan adanya titik longsor serta badan jalan yang amblas, sehingga sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. 

"Jalan KKA adalah urat nadi utama bagi masyarakat Gayo, tapi dilapangan kita lihat penanganannya terkesan lamban dan memicu tanda tanya besar terkait keseriusan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh serta instansi terkait lainnya," ujar Dahlan.

Kemudian, Dahlan juga menyoroti minimnya keberadaan alat berat di sepanjang jalur tersebut. Padahal, kondisi tanah di sejumlah titik masih sangat labil dan rawan terjadi longsor susulan, terutama saat intensitas hujan meningkat. 

"Coba cek langsung ke lapangan, berapa alat berat yang siaga di jalur KKA dan Takengon-Bireuen? Jangan sampai masyarakat dipaksa bertaruh nyawa setiap kali melintas," katanya 

Ia mendesak pemerintah untuk tidak membiarkan masyarakat bertaruh nyawa setiap kali melintas di jalur tersebut. Karena keberadaan jalan ini sangat strategis karena menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari dataran tinggi Gayo menuju wilayah pesisir, Mulai dari Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, hingga Sumatera Utara.

 Dampak dari kerusakan yang berlarut-larut ini pun mulai merembet ke sektor ekonomi. "Jika terganggunya distribusi barang menyebabkan biaya logistik membengkak, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah Gayo," sebut Dahlan.

Selama perbaikan permanen tidak segera dilakukan, inflasi di daerah tersebut diprediksi akan tetap tinggi karena terhambatnya arus transportasi.

Dikatakan, saat ini situasi di beberapa titik jalur KKA bahkan dilaporkan sudah mencapai tahap kritis. Di mana badan jalan hilang total dan hanya bisa dilalui secara terbatas. Kondisi ini berpotensi melumpuhkan akses total jika kembali terjadi longsor. 

Karenanya, YARA mendesak Pemerintah Aceh melalui PUPR dan Pemkab Bener Meriah serta Aceh Tengah untuk segera menempatkan alat berat secara permanen di titik-titik rawan. Penanganan yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar tindakan darurat, melainkan langkah rehabilitasi jangka panjang yang bersifat permanen.

Selain kepada pemerintah daerah, YARA juga meminta perhatian serius dari pemerintah pusat melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera serta DPR RI. "Kita menekankan agar pemerintah segera hadir dengan tindakan nyata sebelum jatuh korban jiwa lebih lanjut, mengingat akses jalan ini menyangkut keselamatan nyawa dan stabilitas ekonomi masyarakat luas," pungkasnya.(mi)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved