Senin, 11 Mei 2026

Feature

Sempat Hilang usai Kenalan di Instagram, Pelajar 15 Tahun Kini Kembali ke Keluarga

Di era media sosial, anak-anak bisa dengan mudah berinteraksi dengan orang asing tanpa pengawasan.

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/Dok Polres Aceh Tengah
TINDAK LANJUTI LAPORAN - Polisi mewawancarai Rahmaina dan anaknya untuk menindaklanjuti laporan orang hilang yang sebelumnya disampaikan ibu korban ke SPKT Polres Aceh Tengah, Kamis (26/3/2026). 

Kasus hilangnya MH di Aceh Tengah ini menjadi pengingat penting bagi orang tua. Di era media sosial, anak-anak bisa dengan mudah berinteraksi dengan orang asing tanpa pengawasan. Rasa ingin tahu dan kebosanan sering membuat mereka rentan terhadap ajakan yang berisiko

Seorang pelajar berinisial MH (15), warga Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan selamat. Satuan Intelkam Polres Aceh Tengah bergerak cepat menindaklanjuti laporan orang hilang yang sebelumnya disampaikan oleh ibu korban, Rahmaina, ke SPKT Polres Aceh Tengah pada 17 Maret 2026.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq SIK MH, melalui Kasat Intelkam IPTU Denny Dharmawan SH MH, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dari hasil penyelidikan, diketahui MH meninggalkan rumah sejak Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Ia dijemput oleh seorang perempuan yang baru dikenalnya melalui media sosial Instagram beberapa hari sebelumnya.

“Korban mengaku diajak temannya menggunakan sepeda motor menuju wilayah Kota Takengon, namun tidak mengetahui secara pasti lokasi tujuan,” ujar IPTU Denny. Selama tiga hari, MH berada di sebuah rumah yang dihuni beberapa orang.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya indikasi tindak kekerasan selama korban berada di lokasi tersebut. Korban kemudian ditemukan oleh orang tuanya di tengah perjalanan, tepatnya di Kampung Jerata, Kecamatan Silih Nara, pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 10.10 WIB. 

Saat melihat anaknya, orang tua korban langsung membawanya pulang, sementara teman yang dikenalnya melalui media sosial tersebut segera meninggalkan lokasi. Pihak kepolisian menduga kepergian MH dipicu oleh rasa bosan serta kurangnya pengawasan, mengingat kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh.

Saat ini, kondisi korban dipastikan dalam keadaan selamat, meskipun sempat mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa yang juga sempat viral di media sosial.

Polisi menyatakan masih terus melakukan pendalaman melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Tengah untuk mengungkap kronologis secara utuh, termasuk memeriksa sejumlah saksi.

Selain itu, korban juga direkomendasikan untuk mendapatkan pendampingan psikologis dengan melibatkan instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama dalam penggunaan media sosial, guna mencegah kejadian serupa terulang,” tutup IPTU Denny.(rd)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved