Berita Aceh Besar
Pemkab Aceh Besar Bantah Belum Bayar THR dan Gaji 13 Guru, Sekda Angkat Bicara
“Semua gaji guru, THR dan gaji 13 sudah kita selesaikan, ini (belum dibayar) adalah penghasilan lainnya yang disebut Tunjangan Profesi Guru,
Penulis: Sara Masroni | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Sekda Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi, menegaskan bahwa THR dan gaji ke-13 guru sudah dibayarkan.
- Dana yang belum cair adalah Tunjangan Profesi Guru, karena harus melalui review Inspektorat terkait nama dan jumlah penerima.
- Tunjangan ini merupakan program dari Kementerian Keuangan sesuai KMK Nomor 372 Tahun 2025, dan anggarannya sudah tersedia dalam DPA Dinas Pendidikan Aceh Besar.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi menjawab terkait isu Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji 13 guru yang belum juga dibayarkan hingga berakhirnya lebaran.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, THR dan gaji 13 sudah dibayarkan kepada guru. Adapun dana yang belum disalurkan yakni Tunjangan Profesi Guru karena harus direview oleh Inspektorat, menyangkut dengan nama, jumlah orang dan sebagainya.
“Semua gaji guru, THR dan gaji 13 sudah kita selesaikan, ini (belum dibayar) adalah penghasilan lainnya yang disebut Tunjangan Profesi Guru, diberikan Kementerian Keuangan khusus untuk guru, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 372 tahun 2025,” jelas Bahrul Jamil.
Dikatakan, dana ini sudah tersedia dan tercatat di Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan Aceh Besar.
Meski demikian, karena memang dana tahun sebelumnya, sehingga harus dilakukan review oleh pihak Inspektorat untuk dianggarkan kembali dan direalisasikan pada tahun 2026.
“Insya Allah dalam dekat kalau review ini sudah selesai, kami perkirakan paling lambat minggu depan sudah bisa kita cairkan,” ucap pria yang kerap disapa BJ itu.
Baca juga: Arus Balik Lebaran, Trafik Tol Sibanceh Meningkat Tajam hingga Ribuan Kendaraan
Atas nama Pemerintah Aceh Besar, pihaknya juga memohon maaf sebesar-besarnya terkait keterlambatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru tersebut.
Dikatakan, keterlambatan ini bukan disengaja, melainkan ada tahapan proses yang harus dilalui agar tidak bermasalah di kemudian hari.
Sekda Aceh Besar itu juga membantah soal isu mandeknya penyaluran anggaran tersebut, karena dibungakan dan digunakan untuk kepentingan lainnya selain guru.
Pihaknya menegaskan, tahun sebelumnya juga mengalami hal yang sama, terjadi keterlambatan namun akan tetap dibayarkan mengingat anggaran ini tidak bisa digeser ke mana pun, hanya khusus untuk guru.
“Terkait dana tersebut dibungakan hanya sekadar isu, dana tersebut tidak bisa digunakan di tempat lain dan bisa dibuktikan masih utuh,” ucap BJ.
“Guru-guru bersabar, mohon maaf. Insya Allah dalam waktu dekat kita selesaikan semuanya, kami tidak ada niat memperlambat-lambat, ada proses yang harus dilakukan supaya tidak ada permasalah di kemudian hari,” pungkasnya.(*)
| Syech Muharram Minta Pembebasan Lahan SPAM Regional Leupung Dipercepat |
|
|---|
| Aksi Heroik Handayani, ASN Agara Bantu Persalinan Bayi Kembar di Mobil saat Berada Tol Sibanceh |
|
|---|
| Forum Keuchik dan Mukim Ingin Jaya Dukung Pembentukan Seuramoe Aceh |
|
|---|
| Pengurus MD KAHMI dan Forhati Aceh Besar Resmi Dikukuhkan |
|
|---|
| Pembangunan SPAM Regional Banda Aceh-Aceh Besar Diharapkan Terwujud 2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekda-Aceh-Besar-Bahrul-Jamil-bersama-unsur-pimpinan-Pemkab-setempat-saat-konferensi-pers.jpg)