Berita Bireuen
Pendataan Korban Banjir di Bireuen Perlu Dilakukan Ulang
Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mendata ulang sehingga diperoleh data akurat dan korban
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mendata ulang sehingga diperoleh data akurat dan korban
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pendataan korban banjir di Bireuen hendaknya dilakukan pendataan ulang oleh BPBD atau tim lainnya, karena hasil pendataan sebelumnya ada korban rumah hilang diterjang banjir
keluar katagori masuk kategori Tidak Memenuhi Kriteria (TMK).
Harapan tersebut disampaikan Keuchik Pante Lhong, Peusangan, Murizal, Keuchik Tingkeum Manyang, Kutablang Bireuen, Ir Mawardi dan Keuchik Blang Mee, Ferizal kepada Serambinews.com secara terpisah dalam dua hari terakhir menyangkut pendataan korban banjir di desa mereka.
Keuchik Pante Lhong, Murizal mengatakan, di Pante Lhong dapat disebutkan seluruh rumah terdampak banjir, mulai dari rumah hilang diterjang banjir, rusak berat, rusak ringan maupun dipenuhi endapan lumpur.
Hasil pendataan awal katanya, ada warga yang rumah hilang terdata, namun data terbaru namanya sudah termasuk kategori TMK.
“Saya selaku keuchik menampung berbagai aspirasi warganya dan banyak warga mendatanginya mempertanyakan kenapa namanya masuk TMK,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mendata ulang sehingga diperoleh data akurat dan korban yang benar-benar rumahnya rusak dihantam banjir dapat terbantu.
Kondisi saat ini walaupun sudah memasuki empat bulan pasca banjir, kawasan Pante Lhong masih dipenuhi endapan lumpur, korban banjir sebagian sudah memperoleh Dana Tunggu Hunian (DTH) dan sebagian belum memperoleh bantuan tersebut.
Kondisi yang hampir sama juga disampaikan Keuchik Tingkeum Manyang, Kutablang Bireuen, Ir Mawardi, hingga saat ini masih ada delapan keluarga tidur di meunasah disebabkan rumah mereka sudah hilang diterjang banjir bandang, lokasi rumah sudah menjadi aliran sungai, sebanyak 18 kelapa keluarga yang rumahnya hilang diterjang banjir dan puluhan lainnya rusak berat maupun rusak ringan.
Menyangkut pendataan diharapkan tim melakukan pendataan ulang karena ada korban banjir rumah rusak berat data awal sudah masuk kelompok TMK, padahal rumah dan lokasi rumah hilang diterjang banjir.
“Kami perangkat desa sangat berharap adanya tim melakukan pendataan dan verifikasi ulang agar
korban banjir tidak menuding perangkat desa pilih kasih,” ujarnya.
Keuchik Blang Mee, Kutablang Bireuen, Ferizal mengatakan, seluruh korban banjir rumah hilang dan rusak untuk sementara menetap di rumah keluarga atau rumah sewa.
Menyangkut pendataan, katanya perlu turun ke lapangan, karena data awal yang diserahkan desa mencapai 400 KK, namun hasil verifikasi banyak disebutkan masuk kategori TMK, selain itu usulan TDH yang diusulkan mencapai 300 orang lebih baru 90 orang lebih cair, sedangkan lainnya belum cair dan saat ini sudah disampaikan sanggahan.
“Kami mohon Pemkab Bireuen untuk mendata ulang dengan perangkat desa memastikan siapa saja yang rumahnya rusak saat banjir waktu itu, sehingga perangkat desa tidak disalahkan,” ujarnya. (*)
korban banjir
Bantuan korban banjir
daftar korban banjir
pengungsi korban banjir
cerita korban banjir
Bireuen
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| KDMP Kelola Kampung Nelayan |
|
|---|
| Bupati Bireuen Hadiri Konferensi Ke-IV Forum KKA di Banda Aceh |
|
|---|
| 4.759 KK Korban Banjir Bireuen Segera Terima Bantuan Dana Stimulan Ekonomi Rp8 Juta Per KK |
|
|---|
| Rehabilitasi Tambak Rusak Akibat Dihantam Banjir di Bireuen Tunggu Kebijakan Pusat |
|
|---|
| Pertamax Turbo Hampir Rp 20 Ribu, Pertalite Tetap Normal di SPBU Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/keuchik-di-Bireuen.jpg)