Jumat, 10 April 2026

Harga Emas di Aceh

Pasar Global belum Stabil, Harga Emas di Aceh Timur Fluktuatif, Segini Pasarannya

Harga emas di Aceh Timur pada Sabtu (28/3/2026) masih fluktuatif dan sulit diprediksi karena kondisi pasar global belum stabil.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Masrian Mizani
HARGA EMAS FLUKTUATIF - Ilustrasi emas perhiasan. Harga emas di Aceh Timur fluktuatif karena pasar global belum stabil. 

Ringkasan Berita:
  • Harga emas di Aceh Timur pada Sabtu (28/3/2026) masih fluktuatif dan sulit diprediksi karena kondisi pasar global belum stabil.
  • Emas perhiasan tipe 99 dijual Rp 8,2 juta per mayam, emas London tipe A Rp 7,2 juta per mayam, sementara emas Antam naik Rp 27 ribu menjadi Rp 2,837 juta per gram.
  • Gejolak harga dipengaruhi konflik Asia Barat dan kebijakan The Fed, membuat emas turun hingga 15 persen di pasar internasional sejak akhir Februari.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Harga emas di Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu (28/3/2026), menunjukkan variasi yang cukup signifikan, baik untuk emas perhiasan maupun logam mulia (LM).

Menurut Muliadi, penjual emas di Toko Tiara Idi Rayeuk, harga emas masih fluktuatif dan sulit diprediksi karena kondisi pasar global belum stabil.

Ia menegaskan bahwa pergerakan harga sangat dipengaruhi oleh faktor global, sehingga naik turun masih terus terjadi.

Untuk emas perhiasan, harga tipe 99 tercatat Rp 8.200.000 per mayam.

Sedangkan emas London tipe A berada di kisaran Rp 7.200.000 per mayam.

Adapun harga logam mulia batangan lokal dipatok Rp 2.490.000 per gram.

Baca juga: Akhir Pekan Ini Harga Emas di Langsa Tetap Bertahan, Edisi 28 Maret 2026

Sementara itu, emas Antam mengalami kenaikan dari Rp 2.810.000 menjadi Rp 2.837.000 per gram, atau naik sekitar Rp 27.000.

Kenaikan ini menunjukkan adanya pergerakan positif meski pasar emas global masih diliputi ketidakpastian.

Fluktuasi harga emas tidak terlepas dari kondisi geopolitik internasional. 

Konflik di Asia Barat mendorong harga minyak melonjak.

Sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Fed, akan menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi.

Kebijakan tersebut menjadi hambatan bagi emas untuk naik lebih tinggi.

Karena emas tidak memberikan imbal hasil langsung seperti instrumen keuangan lainnya. Akibatnya, harga emas sempat anjlok hingga ke level terendah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved