Jumat, 1 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Kisah Tajuddin, dari Aktivis Pemuda hingga Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara

Tajuddin, putra asli Banda Baro, meniti perjalanan dari aktivis pemuda hingga dipercaya sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara periode 2024–2029.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
AKTIVIS JADI LEGISLATIF - Tajuddin hadir sebagai figur yang ditempa dari pengalaman akar rumput yaitu berangkat dari aktivisme pemuda, kerja sosial, hingga kini memegang peran strategis sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara periode 2024–2029. 
Ringkasan Berita:
  • Tajuddin, putra asli Banda Baro, meniti perjalanan dari aktivis pemuda hingga dipercaya sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara periode 2024–2029.
  • Pengalaman panjangnya di organisasi, kerja sosial, dan advokasi membentuk kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat serta berorientasi pada solusi publik.
  • Kini, politisi Partai Aceh itu menjadi figur penting dalam perumusan kebijakan daerah, khususnya isu strategis seperti HGU dan pembangunan.

 

Tajuddin, putra asli Banda Baro, meniti perjalanan dari aktivis pemuda hingga dipercaya sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara periode 2024–2029.

SERAMBINEWS.COM - Dari lorong desa di Banda Baro hingga ruang rapat parlemen daerah, langkah Tajuddin, SSos menapaki perjalanan yang tidak singkat. 

Di tengah dinamika politik lokal di Aceh Utara, ia hadir sebagai figur yang ditempa dari pengalaman akar rumput yaitu berangkat dari aktivisme pemuda, kerja sosial, hingga kini memegang peran strategis sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara periode 2024–2029.

Putra asli Banda Baro ini mengaku, keputusannya terjun ke dunia politik bukan semata ambisi pribadi. 

Ada tanggung jawab besar untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

Khususnya dari Banda Baro dan daerah pemilihan (dapil) 3 yang diwakilinya, agar dapat terdengar kuat di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Lahir pada Februari 1979, pria yang akrab disapa Taju Banda itu, dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan pengabdian. 

Ayah dari satu putra dan satu putri ini tumbuh dalam lingkungan sederhana yang membentuk kepekaan sosial sejak dini. 

Baca juga: Kiprah Aidi Habibi AR, Dari Perangkat Desa Menuju Pimpinan DPRK Aceh Utara

Bersama istrinya, Nur Aini, SP, MP (Kepala SMA Negeri 2 Muara Batu), ia menjalani kehidupan keluarga yang harmonis sekaligus menjadi penopang dalam perjalanan kariernya.

Pendidikan formalnya dimulai dari SD Negeri Ulee Nyeue, SLTP Swasta Banda Baro, dan SMU Negeri 2 Lhokseumawe. 

Ia melanjutkan studi ke Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, dan kini sedang menempuh pendidikan magister di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. 

Sebelum terjun ke politik, Tajuddin memperkaya wawasan melalui pendidikan non-formal di Sekolah Demokrasi Aceh Utara (SDAU).

Program ini menjadi ruang belajar kritis bagi masyarakat dalam memahami isu sosial, lingkungan, dan partisipasi publik. 

Melalui kegiatan seperti edukasi lingkungan, diskusi publik, hingga talkshow tata kelola pemerintahan, ia mengasah kemampuan komunikasi dan membangun perspektif kritis terhadap kebijakan publik.

Aktivitas organisasinya juga cukup panjang. Ia pernah menjadi pengurus Remaja Masjid Baitusshalihin, aktif di KNPI.

Serta memimpin sejumlah forum seperti Forum Peduli Banda Baro dan Forum Karyawan Kontrak PT Kertas Kraft Aceh. 

Ia juga terlibat dalam advokasi pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh Malaka sebagai juru bicara.

Baca juga: Dari Rimba Pase ke Kursi Ketua DPRK Aceh Utara, Jalan Panjang Arafat Ali Menuju Periode Kedua

Dalam dunia kerja, Tajuddin pernah menjadi karyawan PT Kertas Kraft Aceh (Persero), serta aktif dalam program pemberdayaan masyarakat seperti PNPM Mandiri dan Program Dana Desa sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD). 

Ia juga pernah menjabat sebagai Kasubbid di Baitul Mal Aceh Utara, yang memperkaya pengalamannya dalam pengelolaan dana sosial.

Karier politiknya mulai menanjak saat terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara periode 2019–2024. 

Pada periode 2024–2029, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara.

Sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) terkait Hak Guna Usaha (HGU) dan industri--isu strategis dalam pembangunan daerah.

Dengan latar belakang aktivis, pekerja, dan penggerak sosial, politisi Partai Aceh (PA) itu kini menjadi salah satu aktor penting dalam perumusan kebijakan daerah. 

Baca juga: Setelah Pimpin Golkar, Kini Periode Ketiga di Parlemen, As’adi jadi Pimpinan DPRK Aceh Utara 

Ia hadir sebagai representasi pemimpin yang tumbuh dari bawah, dekat dengan masyarakat, serta berorientasi pada solusi dan kepentingan publik.(jafaruddin)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved