Sabtu, 18 April 2026

Berita Kutaraja

Hadapi Dampak Krisis Global, Sosiolog Sarankan Pemerintah Aceh Perkuat Ekonomi Rakyat

Sosiolog Prof Humam Hamid sarankan Pemerintah Aceh memperkuat ekonomi rakyat, terutama sektor perikanan & pertanian agar daya beli tetap terjaga.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com
PODCAST SERAMBI SPOTLIGHT – Sosiolog Aceh, Prof Humam Hamid saat hadir dalam Podcast Serambi Spotlight yang dipandu Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, di Studio Serambinews.com, Sabtu (28/3/2026). 

Untuk itu, Humam menekankan pentingnya langkah konkret Pemerintah Aceh dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ekonomi tetap bergerak di tingkat bawah.

Ia mendorong agar menjalankan program-program yang langsung menyentuh rakyat. 

Misalnya pascadilanda bencana dahsyat di akhir tahun 2025 lalu, program padat karya diperkuat, khususnya melalui skema cash for work dengan memanfaatkan tenaga lokal.

“Untuk rehab rekon ini kan banyak perlunya ini. Nah itu pakai tenaga lokal. Jangan bawa orang Jakarta kemari. Jangan bawa orang STPDN kemari, ngapain? Orang kampung suruh,” tukas Humam. 

Baca juga: Ancaman Resesi Global di Depan Mata? Harga Minyak Bisa Tembus 150 Dolar, Dunia Terancam Krisis?

“Kalau orang TNI, jangan semua TNI. Orang kampung juga bisa kerja gitu. Kan enggak ada yang gratis,” tegasnya. 

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memastikan distribusi pupuk subsidi tetap lancar di tengah tekanan ekonomi yang meningkat.

“Sekarang ini pupuk susah. Ini harus dipastikan sampai ke masyarakat. Orang lagi susah, lagi teriak,” ujarnya.

Prof Humam juga menilai, bahwa Pemerintah Aceh tidak bisa sepenuhnya lepas dari dampak kebijakan global dan nasional.

Namun tetap memiliki ruang untuk memperkuat kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

Lebih lanjut, Prof Humam juga memberikan saran agar petinggi-petinggi di Aceh berimajinasi lebih jauh, memikirkan langkah ke depan setelah perang Timur Tengah selesai. 

Salah satunya adalah mengupayakan sumber energi yang ada di Andaman dapat segera beroperasi dan memberi keuntungan besar untuk Tanah Rencong. 

“Itu memang di luar wilayah hukum Aceh. Itu internasional tapi dekat dengan Aceh. Bagaimana kita membantu mudah-mudahan agar mereka cepat beroperasi,” jelasnya. 

“Jadi Pak Gubernur bisa datang ke Murbala, katakan ‘coba sekarang apa yang bisa kita bantu di Aceh supaya anda segera beroperasi. Tolong kalau memang memungkinkan buat pengolahan di darat. Kalau enggak bisa enggak ada masalah’,” ujarnya. 

Baca juga: Stok BBM Indonesia di Tengah Ancaman Krisis Energi, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 200 Dolar AS

“Jadi jangan pernah kita tertidur dalam keadaan seperti ini. Kita harus berimajinasi bahwa perang ini akan berakhir. Karena kita punya sumber daya alam yaitu adalah gas dan minyak bumi gitu,” tambahnya.(*) 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved