Berita Pidie Jaya
Mahasiswa Unigha Hadirkan Model Inovatif Ketahanan Pangan, Pasca Program Pemulihan Bencana di Pijay
Program yang mengusung judul “Model Integrasi Teknologi Cerdas dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan
Program yang mengusung judul “Model Integrasi Teknologi Cerdas dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan
SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA – Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan masyarakat pasca bencana, khususnya di sektor pangan.
Hal itu disampaikan Senin (30/3/2026) dari laporan tertulis.
Melalui skema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra dengan bidang fokus pangan, Himpunan Mahasiswa Jurusan Agribisnis (Himagri) dan mahasiswa teknik informatika sukses melaksanakan program inovatif selama satu bulan di Gampong Buangan, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Program yang mengusung judul “Model Integrasi Teknologi Cerdas dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Aceh” ini diketuai oleh Hamdani, S.P.,M.Si, dengan anggota dosen Junaidi Salat, S.Kom., M.Kom, serta melibatkan mahasiswa yang diketuai oleh Saifat Noer.
Pelaksanaan program ini menggandeng mitra strategis, yaitu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai sasaran utama dalam penguatan produksi pertanian, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai penggerak dalam pengolahan dan diversifikasi pangan.
Selain itu, dukungan penuh juga diberikan oleh Pemerintah Gampong Buangan sebagai mitra pemerintah yang berperan dalam fasilitasi dan keberlanjutan program.
Selama satu bulan pelaksanaan, tim berhasil mengimplementasikan model integrasi teknologi cerdas berbasis kebutuhan lokal.
Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan penggunaan teknologi sederhana seperti sistem monitoring pertumbuhan tanaman berbasis sensor sederhana, pemanfaatan pupuk organik ramah lingkungan, serta teknik budidaya adaptif terhadap kondisi pasca bencana.
Selain itu, dilakukan pula demonstrasi plot (demplot) budidaya komoditas hortikultura seperti bawang merah dan mentimun yang terbukti memiliki siklus panen cepat dan nilai ekonomi tinggi.
Pada kegiatan ini, masyarakat diberikan bantuan bibit unggul serta pendampingan intensif mulai dari tahap penanaman, pemeliharaan hingga panen.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapatkan pelatihan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, seperti olahan mentimun segar dan produk turunan lainnya.
Selain itu, diberikan pula pelatihan pemasaran berbasis digital sederhana untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk.
Sementara itu, adapun hasil yang telah dicapai dari program ini antara lain pertama peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan teknologi pertanian sederhana sebesar signifikan, ditunjukkan dengan kemampuan mandiri dalam mengelola lahan dan monitoring tanaman.
Selanjutnya kedua terbentuknya demplot percontohan tanaman hortikultura yang produktif dengan tingkat keberhasilan panen awal yang baik.
| 31.512 KPM di Pidie Jaya Terima Bantuan Pangan Jatah Dua Bulan |
|
|---|
| Ruang Lingkup Kembali Salurkan Bantuan Paket Belajar dan Mushaf Alquran untuk Korban Banjir di Pijay |
|
|---|
| 4.325 KK Korban Banjir di Pijay Dapat Jadup Kemensos, 858 KK Diusul Ulang |
|
|---|
| 48 Siswa MAS Jeumala Amal Lulus SNBP 2026, Harumkan Nama DJA |
|
|---|
| Wabup Pidie Jaya Dipolisikan Kedua Kali, Begini Penjelasan Kapolres |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Unigha-di-303.jpg)