Kamis, 23 April 2026

Pemulihan Aceh

Sengkarut Administrasi Hambat Pencairan DTH di Aceh Timur

Perjuangan warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur untuk mendapatkan Dana Tunggu Hunian Sementara (DTH) tersendat akibat persoalan

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Tenda pengungsian korban banjir Aceh Timur, dihuni oleh perempuan dan anak-anak di Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidati, Kabupaten Aceh Timur. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Perjuangan warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur untuk mendapatkan Dana Tunggu Hunian Sementara (DTH) tersendat akibat persoalan administrasi.

Berdasarkan data yang diterima Serambinews.com pada Selasa (31/3/2026), dari 432 kepala keluarga (KK) yang diusulkan pada tahap pertama, baru 366 KK yang telah menerima bantuan. Sisanya masih terkendala berbagai persoalan teknis.

Penyaluran dana bagi 59 KK dilaporkan masih tertahan di BSI Pusat Jakarta untuk perbaikan data. Selain itu, ditemukan pula alamat penerima yang tidak lengkap hingga pembatalan sepihak dari pihak desa.

Pembatalan terjadi karena beberapa nama warga terdeteksi masuk dalam skema bantuan hunian sementara (huntara) lainnya, sehingga menimbulkan tumpang tindih data.

Baca juga: Dana Tunggu Hunian Sudah Tersedia,  Bupati Pidie Jaya Dorong Percepatan Pembukaan Rekening

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bergerak cepat. Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky memprioritaskan validasi data lapangan melalui koordinasi intensif dengan camat dan geuchik (kepala desa).

“Langkah ini kami ambil agar bantuan stimulan dan DTH tahap kedua bisa segera cair. Target utama kami adalah memangkas durasi waktu warga bertahan di tenda pengungsian yang sudah sangat tidak memadai,” ujar Al-Farlaky.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, terutama bagi warga di wilayah pegunungan seperti Kecamatan Serbajadi. Di tengah cuaca yang tidak menentu, mereka masih bertahan di tenda terpal.

Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan lereng pegunungan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved