Kamis, 23 April 2026

Harga Emas di Aceh

Harga Emas di Lhokseumawe Stagnan, Segini Pasaran Per 31 Maret 2026

Emas murni tetap Rp 7.397.000 per mayam, emas london Rp 6.896.000 per mayam, sementara emas 22 karat berkisar Rp 2,2–3 juta per gram.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/ SAIFUL BAHRI
HARGA EMAS STAGNAN - Mori, penjual emas di Toko London Lhokseumawe memperlihatkan barang dagangannya. Harga emas di Lhokseumawe pada, Selasa (31/3/2026), tercatat stagnan. 
Ringkasan Berita:
  • Harga emas di Lhokseumawe pada Selasa (31/3/2026) tercatat stagnan, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.
  • Emas murni tetap Rp 7.397.000 per mayam, emas london Rp 6.896.000 per mayam, sementara emas 22 karat berkisar Rp 2,2–3 juta per gram.
  • Meski harga stabil, tren transaksi sepekan terakhir menunjukkan lebih banyak warga menjual emas dibanding membeli, dipengaruhi kebutuhan ekonomi pasca Lebaran.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Harga emas di Kota Lhokseumawe pada Selasa (31/3/2026), tercatat stagnan.

Artinya, pergerakan harga logam mulia tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.

Menurut Mori, pedagang emas di Toko London, kawasan Jalan Perniagaan, Kota Lhokseumawe, harga emas murni maupun emas london tetap sama seperti Senin (30/3/2026) kemarin.

Kondisi ini menunjukkan pasar emas lokal relatif stabil meski tren transaksi dalam sepekan terakhir lebih banyak warga yang menjual dibanding membeli.

Rincian harga emas yang berlaku adalah sebagai berikut: 

  • Emas murni pada Senin dan Selasa sama, yakni Rp 7.397.000 per mayam.
  • Emas london juga sama harganya yakni Rp 6.896.000 per mayam.
  • Emas 22 karat atau emas paon harganya tetap bergantung pada bentuk perhiasan, dengan kisaran Rp 2.200.000 hingga Rp 3.000.000 per gram.

Baca juga: Harga Emas Dunia Terancam Anjlok!  Gejolak Timur Tengah dan The Fed Jadi Biang Kerok

Dominan Menjual

Di sisi  lain, Mori menegaskan, bahwa dengan harga tidak mengalami kenaikan maupun penurunan, sehingga masyarakat bisa memperkirakan nilai jual beli dengan lebih pasti.

Ia juga mengungkapkan, meski harga stagnan, tren pasar menunjukkan lebih banyak masyarakat yang melepas emas mereka ketimbang membeli. 

Hal ini bisa dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi pasca Lebaran maupun kondisi global yang membuat sebagian orang memilih menjual aset emas untuk mendapatkan likuiditas.

Namun, bagi sebagian warga, emas tetap menjadi instrumen simpanan yang aman karena nilainya relatif stabil.

Stabilitas harga emas di Lhokseumawe juga mencerminkan bahwa pasar lokal tidak selalu mengikuti fluktuasi harga internasional secara langsung. 

Faktor permintaan dan penawaran di tingkat daerah lebih berpengaruh terhadap harga jual beli harian.

Dengan kondisi stagnan ini, pedagang berharap transaksi tetap berjalan lancar meski tren penjualan lebih dominan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved