Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Isu Harga BBM Naik tak Risaukan warga, Antrean di SPBU Aceh Tamiang Masih Normal

Antrean kendaraan di SPBU Aceh Tamiang tetap normal meski beredar isu kenaikan harga BBM.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
ISU BBM NAIK - Aktivitas pengisian BBM di SPBU Aceh Tamiang pada Selasa (31/3/2026), masih normal di tengah isu kenaikan harga pada 1 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean kendaraan di SPBU Aceh Tamiang tetap normal meski beredar isu kenaikan harga BBM.
  • Stok BBM mencukupi dan harga masih berlaku normal, sehingga warga tidak panik.
  • Sebagian pengendara pasrah jika harga naik, namun berharap pemerintah menjaga komunikasi internasional demi stabilitas energi.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Aceh Tamiang masih normal di tengah isu naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 1 April 2026 pukul 00.00 WIB.

Berdasarkan amatan langsung di SPBU Tanahterban, Kecamatan Karangbaru dan SPBU Bukitrata, Kecamatan Kejuruanmuda, tidak ada penumpukan kendaraan yang mengantre untuk mengisi BBM sepanjang, Selasa (31/3/2026).

Lancarnya proses pengisian ini juga tidak terlepas dari stok BBM yang mencukupi untuk kebutuhan kendaraan di daerah tersebut. 

“Harga juga masih normal, sejauh ini belum ada informasi apakah jadi naik atau tidak,” kata seorang operator SPBU.

Sejumlah pengendara yang ditemui mengaku sudah mendapat informasi tentang isu perubahan harga BBM pada tengah malam1 April. 

Sebagian besar dari mereka sudah tidak terpengaruh dan pasrah.

“Kalau naik ya mau gimana lagi, tidak bisa apa-apa,” kata Riki, pengendara sepeda motor saat ditemui di SPBU Tanahterban.

Baca juga: Stok BBM Aman, Harga Jual di SPBU Tapaktuan Masih Normal

Dia menyadari kenaikan harga BBM ini akan berdampak luas terhadap perekonomian nasional. 

Tapi karena kondisi global yang sudah tidak terkendali, dia juga memahami Pemerintah Indonesia tidak punya pilihan.

“Banjir kemarin saja kita sudah dibuat susah sama BBM, apalagi ini lebih parah penyebabnya,” sambung dia.

Syahrudi, pengendara lainnya berharap, Pemerintah Indonesia membangun komunikasi dengan Iran. 

Dia meyakini kenaikan harga BBM ini tidak akan terjadi bila sejak awal Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Iran.

“Harapan kami sebagai rakyat, Pemerintah Indonesia harus pandai-pandai buka komunikasi dengan Iran,” ulasnya. 

Baca juga: Dampak Perang AS–Israel vs Iran, Indonesia Terapkan Jatah BBM dan WFH PNS

“(Kapal) Malaysia saja sudah bisa lewat, harusnya kita bisa lewat juga,” tukas Syahrudi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved