Rabu, 29 April 2026

Berita Aceh Timur

Jembatan Darurat Lintas Aceh Timur - Gayo Lues kembali Rusak, Warga Minta  Jembatan Bailey

"Tanpa jembatan yang lebih kuat dan andal, warga Kecamatan Serbajadi akan terus terjebak dalam kondisi setiap kali banjir susulan terjadi.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Pelintas jalan melewati jembatan darurat yang terbuat dari papan yang kembali rusak akibat tergerus abrasi dan lupain air sungai, jembatan tersebut menghubungkan Aceh Timur dan Gayo Lues, serta titik nadi jalur satu-satunya lintas desa, Kamis (2/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Jembatan darurat dari papan kayu yang menghubungkan Lokop–Tualang di jalur lintas Aceh Timur–Gayo Lues kembali rusak akibat banjir susulan di Kecamatan Serbajadi, Kamis (2/4/2026).
  • Kepala Desa Lokop menjelaskan banjir kali ini tidak merendam rumah warga, namun arus deras merusak jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses penghubung antarkecamatan dan antardesa.
  • Kerusakan jembatan berdampak langsung pada mobilitas ribuan warga, menghambat aktivitas ekonomi, dan distribusi bahan pokok.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI -  Jembatan darurat yang terbuat dari papan kayu, menghubungkan Lokop dan Tualang di jalur lintas Aceh Timur dan Gayo Lues kembali mengalami kerusakan akibat banjir susulan yang melanda Kecamatan Serbajadi.

Kejadian ini semakin memperparah kondisi aksesibilitas warga yang sejak beberapa waktu terakhir sudah terganggu akibat bencana banjir sebelumnya.

Kepala Desa Lokop, Eje Wien, pada Kamis (2/4/2026), membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa meskipun banjir susulan kali ini tidak sampai merendam rumah warga seperti kejadian sebelumnya.

Namun, derasnya arus air kembali merusak jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses penghubung antarkecamatan dan antardesa di wilayah itu.

"Memang banjir langsung surut, tidak sampai seperti kemarin. Tetapi jembatan penghubung yang dibuat secara darurat rusak lagi, jadi warga kesusahan melintas," ungkap Eje Wien.

Rusaknya jembatan darurat tersebut berdampak langsung pada mobilitas ribuan warga di Kecamatan Serbajadi.

Akses yang terputus menyulitkan masyarakat untuk melintas antarkecamatan maupun antardesa, sehingga berbagai aktivitas sehari-hari menjadi terhambat  mulai dari kegiatan ekonomi, distribusi bahan pokok, hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Kondisi ini dinilai kian mengkhawatirkan, mengingat jembatan darurat yang dibangun sebagai solusi sementara terbukti tidak mampu menahan tekanan banjir susulan secara berulang.

Menyikapi situasi yang terus berulang kebutuhan akan pemasangan, jembatan Bailey dinilai sudah sangat mendesak.

Baca juga: Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Siswa dan Guru Ulee Jalan Peusangan Selatan Naik Boat ke Sekolah

Jembatan Bailey yang merupakan jenis jembatan rangka baja portabel dan kokoh terbukti mampu bertahan menghadapi kondisi arus deras dan banjir, serta dapat dipasang dalam waktu relatif singkat sebagai solusi darurat yang lebih permanen.

"Tanpa jembatan yang lebih kuat dan andal, warga Kecamatan Serbajadi akan terus terjebak dalam kondisi setiap kali banjir susulan terjadi. Hal ini tidak hanya menghambat roda perekonomian lokal, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga yang memaksakan diri menyeberang dalam kondisi arus berbahaya," tuturnya.

Warga di sana berharap pihak terkait baik pemerintah Kabupaten Aceh Timur maupun instansi provinsi dan pusat  dapat segera mengambil langkah nyata dengan memprioritaskan pengadaan dan pemasangan jembatan Bailey di lokasi tersebut, demi memulihkan kelancaran transportasi dan aktivitas masyarakat Kecamatan Serbajadi secepat mungkin.(*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved