Rabu, 8 April 2026

Berita Bireuen

Kisah Hidup dr Minar, dari Dokter PTT hingga Jadi Direktur RSUD Bireuen

dr Minar Mushari SpS resmi dilantik sebagai Direktur BLU RSUD dr Fauziah Bireuen oleh Bupati Mukhlis ST pada Kamis (2/4/2026).

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
DIREKTUR RSUD BIREUEN - Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Minar Mushari, SpS bersama istrinya, dr Yessi Sunari Wahfar M Biomed. 

Ringkasan Berita:
  • dr Minar Mushari SpS resmi dilantik sebagai Direktur BLU RSUD dr Fauziah Bireuen oleh Bupati Mukhlis ST pada Kamis (2/4/2026).
  • Perjalanan kariernya dimulai sebagai dokter PTT di Sabang tahun 2003, lalu menjadi PNS dan sempat menjabat Kepala Bidang Pelayanan Medis sebelum pindah ke RSUD Bireuen pada 2016.
  • Kini ia berkomitmen meningkatkan pelayanan, memperluas fasilitas rumah sakit, dan menghadirkan inovasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST, Kamis (2/4/2026) sore, melantik delapan pejabat tinggi pratama. 

Salah seorang di antaranya adalah dr Minar Mushari, SpS (49), dipercayakan sebagai Direktur BLU RSUD dr Fauziah Bireuen

Sebelum dilantik menjadi direktur, dr Minar dipercayakan sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Bireuen tahun 2018-2022.

Sejak setahun terakhir, dr Minar dipercayakan sebagai Plt Direktur RSUD Bireuen menggantikan dr Mukhtar, MARS yang memasuki pensiun. 

Perjalanan karir pria kelahiran 26 Juli 1977 lalu itu di Langsa, adalah dengan mengawali tugas sebagai dokter PTT di Sabang tahun 2003. 

Dua tahun pengabdian, dr Minar kemudian diangkat menjadi PNS di RSUD Sabang.

"Lama disana, dari PTT sampai menjadi PNS rumah sakit Sabang tahun 2005," ujarnya kepada Serambinews.com, Kamis (2/4/2026), di sela-sela menunggu pelantikan. 

Baca juga: Delapan Pejabat Tinggi Pratama Bireuen Dilantik, Ini Nama dan Jabatannya

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh pada tahun 2003 lalu mengatakan, tantangan di RSUD adalah rumah sakit masih paling padat pelayanan publik 24 jam terus menerus. 

“Pelayanan di rumah sakit tak berhenti 24 jam,” ujarnya. 

Masalah yang dihadapi sekarang, katanya,  antara lain kapasitas tempat tidur pasien yang terbatas. 

Kemudian ruangan juga sama, perlu perluasan. 

Setelah lama di RSUD Sabang dan pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medis di RSUD Sabang.

Kemudian pada tahun 2016, pindah ke RSUD Bireuen

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved