Berita Bireuen
Tebing Krueng Tingkeum Kutablang Bireuen Rusak Parah, Permukiman Warga Terancam
Warga hidup dalam kecemasan karena longsor terus terjadi setiap hujan deras, bahkan bangunan pendidikan seperti Dayah ikut terancam ambruk.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Belasan rumah warga di Desa Tingkeum Manyang, Kutablang, Bireuen, ambruk akibat banjir bandang akhir 2025, dan hingga kini abrasi tebing Sungai Krueng Tingkeum masih terus meluas.
- Warga hidup dalam kecemasan karena longsor terus terjadi setiap hujan deras, bahkan bangunan pendidikan seperti Dayah Nurul Fata ikut terancam ambruk.
- Masyarakat berharap pemerintah segera membangun tanggul pengaman sungai sebagai solusi mendesak untuk mencegah abrasi lebih lanjut dan melindungi keselamatan warga.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kondisi tebing Krueng Tingkeum di Desa Tingkeum Manyang, Kutablang, Bireuen masih menjadi ancaman serius bagi warga setempat.
Sejak banjir bandang akhir November 2025 lalu, kawasan ini mengalami kerusakan parah. Belasan rumah warga ambruk, sebagian tanah kuburan umum ikut hanyut.
Bahkan akses jalan dari jembatan Kutablang menuju Babak Suak terputus total.
Hingga kini, setiap kali hujan turun dan debit air sungai meningkat, abrasi semakin meluas dan longsor terus terjadi.
Keuchik Tingkeum Manyang, Ir Mawardi menyampaikan, bahwa masyarakat hidup dalam kecemasan karena ancaman abrasi belum tertangani.
Ia menegaskan perlunya pembangunan tanggul atau penguatan tebing sungai sebagai solusi mendesak.
Menurutnya, tanpa intervensi pemerintah, pemukiman warga akan semakin terancam.
“Kami berharap pemerintah segera membangun tanggul sungai di Desa Tingkeum Manyang dan desa lain di sepanjang aliran sungai, karena abrasi terus meluas setiap hujan turun,” ujarnya.
Baca juga: Truk Bertonase Lebih 30 Ton Tetap Dilarang Melintas di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Kutablang
Selain rumah warga, bangunan pendidikan juga terdampak.
Dayah Nurul Fata yang berada di dekat jembatan Krueng Tingkeum sudah kehilangan sebagian bangunan akibat banjir bandang.
Konstruksi dua lantai yang memanjang dari timur ke barat kini sebagian tergantung di tepi sungai dan terancam ambruk.
Unit usaha dayah pun hilang diterjang banjir.
Kawasan sekitar dayah di bagian barat kini berubah menjadi aliran sungai baru, memperlihatkan betapa cepatnya abrasi menggerus daratan.
Tidak hanya di Tingkeum Manyang, kondisi serupa juga terjadi di sepanjang aliran sungai mulai dari Gampong Gle Siblah, Peusangan Siblah Krueng, komplek PIM, Blang Mee hingga Krueng Tingkeum.
Warga di berbagai titik melaporkan tebing sungai runtuh setiap kali hujan deras.
Jailani, salah seorang warga, mengatakan,
“Kemarin saat hujan sedikit, tebing sungai jatuh lagi. Abrasi kemungkinan besar akan terus meluas,” ujar dia.
“Kami sangat berharap segera dibangun tanggul pengaman,” tukasnya.
Masyarakat kini menaruh harapan besar agar pemerintah segera turun tangan.
Pembangunan tanggul dianggap sebagai solusi paling mendesak untuk mencegah abrasi lebih lanjut.
Tanpa penanganan segera, bukan hanya rumah warga yang akan hilang, tetapi juga keselamatan mereka yang masih bertahan di desa.
Tragedi banjir bandang empat bulan lalu menjadi peringatan nyata bahwa kawasan ini membutuhkan perlindungan permanen.
Warga berharap perhatian pemerintah tidak hanya sebatas tanggap darurat, tetapi juga langkah nyata dalam pembangunan infrastruktur pengaman sungai demi keberlangsungan hidup mereka.(*)
| Jaksa Masuk Sekolah, 100 Siswa SMKN dan SMAN di Bireuen Disosialisasi Hukum |
|
|---|
| Camat Jangka Lantik Lima Imum Mukim, Ini Daftar Namanya |
|
|---|
| Mantan Kacabdin Bireuen Kini Mengabdi di MPU Aceh |
|
|---|
| 37 Peserta Sekolah Keluarga Blang Mee Kuta Blang Bireuen Terima Sertifikat |
|
|---|
| Kepala SMK Se-Aceh Binaan AHM Ikut Raker Vocational, SMKN 1 Bireuen Terbaik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/erosi-di-tingkeum.jpg)