Berita Banda Aceh
Tiga Mahasiswi S-2 PMP UBBG Tembus Panggung Internasional sebagai Speaker di Malaysia
Tiga mahasiswa kampus ini berhasil menembus panggung internasional dan tampil sebagai pembicara (speaker) dalam kegiatan 'International Sharing'
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Tiga mahasiswa S-2 UBBG Banda Aceh tampil sebagai pembicara dalam forum internasional di Malaysia bertema AI dan masa depan kualitas pendidikan.
- Mereka mempresentasikan gagasan inovatif terkait pembelajaran personal berbasis AI, etika penggunaan AI, serta transformasi peran guru di era digital.
- Kegiatan ini memperkuat jejaring internasional UBBG dan menunjukkan komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa berprestasi serta berkiprah di tingkat global.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Magister (S-2) Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh.
Tiga mahasiswa kampus ini berhasil menembus panggung internasional dan tampil sebagai pembicara (speaker) dalam kegiatan 'International Sharing' yang diselenggarakan di Malaysia.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Intan Novita Sari, Rasvia Sukma, dan Agusna Warni.
Mereka berpartisipasi aktif sebagai pemakalah dalam forum akademik internasional yang mengangkat tema besar “Artificial Intelligence and the Future of Education Quality.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Networking and Academic Collaboration antara UBBG dan Kolej Matrikulasi Selangor (KMS), Malaysia.
Dalam forum tersebut, masing-masing mahasiswa mempresentasikan gagasan ilmiah yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Kembangkan Program Internasional, Mahasiswa Pascasarjana UBBG Lakukan ‘Benchmarking’ di Malaysia
Intan Novita Sari mengangkat topik “AI as a Personalized Learning Architect: Transforming Education Quality for Every Student,” yang menyoroti peran AI dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif dan personal.
Sementara itu, Rasvia Sukma membawakan topik “Balancing Intelligence: Ensuring Ethical AI Use to Protect the Quality of Education,” yang menekankan pentingnya etika dalam pemanfaatan AI agar tetap menjaga kualitas pendidikan.
Adapun Agusna Warni mengangkat tema “AI and the Future Role of Teachers: Redefining Human Intelligence in Education,” yang membahas transformasi peran guru di era digital.
Kegiatan yang berlangsung pada 30 Maret 2026 di Kolej Matrikulasi Selangor itu merupakan bagian dari agenda 'benchmarking' internasional UBBG ke Malaysia.
Benchmarking itu adalah kegiatan untuk membandingkan proses, produk, atau kinerja sebuah lembaga (dalam hal ini UBBG) dengan standar terbaik lembaga di luar negeri.
Selain sesi 'international sharing', rangkaian kegiatan juga mencakup kuliah umum, diskusi akademik, serta penjajakan kerja sama strategis antar institusi pendidikan.
Baca juga: VIDEO - Dari Sumur hingga Trauma Healing, Aksi Nyata Mahasiswa UBBG untuk Korban Banjir Pijay
Keberhasilan ketiga mahasiswa ini tidak terlepas dari proses persiapan yang matang.
Mereka mendapatkan bimbingan intensif serta pendampingan langsung dari Ketua Program Studi S-2 Penjaminan Mutu Pendidikan UBBG, Assoc Prof Dr Muhammad Iqbal SPd, MA.
| Merantau sejak Usia 14 Tahun, Kembali karena Deportasi |
|
|---|
| Kasus Live TikTok Asusila ke Jaksa |
|
|---|
| Temui Kejati, ISNU Aceh Bahas Penguatan Edukasi Hukum |
|
|---|
| UIN Ar-Raniry dan Masyarakat Sipil Aceh Perkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim |
|
|---|
| SMA Negeri Modal Bangsa Wakili Aceh di Ajang International Basketball Tournament by The Cage |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/UBBG-03042026.jpg)