Jumat, 8 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Produksi Normal, Harga Sawit dari Petani di Aceh Singkil Kokoh Rp2.550/Kg

Kembali normalnya produksi sawit berbarengan dengan naiknya harga. Kondisi itu tentu menggembirakan bagi petani sawit di kabupaten dengan slogan

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Dede Rosadi
KEBUN SAWIT PETANI - Perkebunan kelapa sawit petani Aceh Singkil, yang sedang dalam masa produktif atau dikenal dengan istilah tanam menghasilkan, Minggu (5/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Produksi sawit petani di Kabupaten Aceh Singkil kembali normal awal April 2026 setelah sempat turun 40 persen akibat banjir.
  • Harga TBS naik jadi Rp2.550/kg usai Idulfitri, memberi angin segar bagi petani.
  • Sawit jadi tulang punggung ekonomi, sekitar 70 % warga bergantung, dengan luas kebun rakyat 31.351 hektare.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Produksi sawit petani di Kabupaten Aceh Singkil, kembali normal memasuki awal April 2026.

Setelah sebelumnya sempat menurun akibat terendam banjir pada akhir November 2025 lalu. 

Kembali normalnya produksi sawit berbarengan dengan naiknya harga. Kondisi itu tentu menggembirakan bagi petani sawit di kabupaten dengan slogan Sekata Sepakat tersebut. 

"Hasil panen sudah normal, harga juga Alhamdulillah naik sejak setelah lebaran Idulfitri ini," kata Fardi petani sawit, Minggu (5/4/2026). 

Ia mengaku pascabanjir hampir hampir tiga bulan produksi sawitnya turun sekitar 40 persen per hektarenya. 

Setelah dilakukan perawatan kembali pulih dengan jumlah produksi kembali ke kondisi normal. 

Baca juga: Harga Sawit di Aceh Jaya Naik Signifikan, Ini Rinciannya

Petani berharap produksi sawit terus meningkat per hektarenya. Terutama saat masuk musim puncak produksi antara Agustus hingga November 2026.

Sementara itu harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Aceh Singkil, kokoh di kisaran Rp 2.550 per kilogram. 

Harga tersebut naik Rp 50 dari sebelumnya Rp 2.500 per kg. 

Kenaikan harga TBS kelapa sawit terjadi sekitar sepekan pasca Idulfitri 1447 Hijriah.

Sawit merupakan komoditas andalan Kabupaten Aceh Singkil.

Bahkan hampir 70 persen penduduk Kabupaten Aceh Singkil, menggantungkan hidup dari kelapa sawit. 

Baca juga: Truk Sawit di Jalan Nagan Hantam Pagar Sekolah dan 19 Sepmor Siswa Roboh

Mulai dari pemilik kebun, buruh panen, penyedia transportasi hingga pengepul.

Sehingga naik turunnya harga sawit berpengaruh pada perputaran perekonomian di kabupaten dengan slogan Sekata Sepakat tersebut.

Berdasarkan catatan Kabupaten Aceh Singkil, menempati urutan nomor 2 sebagai daerah dengan kebun sawit terluas di Aceh. 

Rincinya luas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU) 44.483,12 Ha.

Sementara luas kebun sawit rakyat mencapai 31.351 Ha. (*)

Baca juga: Polisi Temukan Kejanggalan Kasus Mayat di Kebun Sawit Nagan Raya, Diduga Korban Pembunuhan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved