Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Utara

Dari Dayah ke Pasukan Tengkorak Hitam, Tgk Jinieb Kini di Parlemen

Pria kelahiran Meunasah Merbo pada September 1979 itu, tumbuh dalam lingkungan religius. Ia mengenyam pendidikan di Dayah Malikussaleh

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jafaruddin | Editor: IKL
for serambinews
Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara Razali 

SERAMBINEWS.COM - Langkah hidup Razali yang lebih dikenal dengan sapaan perjuangannya, Tgk Jinieb, tidak pernah benar-benar berada di jalur yang datar.

Ia menapaki jalan panjang nan berliku, dari ruang-ruang sederhana di dayah, ke medan konflik bersenjata dalam rimba pase, hingga akhirnya duduk di kursi parlemen sebagai Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara.

Pria kelahiran Meunasah Merbo pada September 1979 itu, tumbuh dalam lingkungan religius. Ia mengenyam pendidikan di Dayah Malikussaleh kemudian ke Dayah Mudi Mesra Samalanga pada rentang 1994–1998.

Fase itu membentuk fondasi keislamannya yang kuat sekaligus karakter kepemimpinan yang kelak menjadi ciri khasnya. Namun, jalan hidup membawanya ke arah yang berbeda ketika konflik Aceh memuncak.

Pada 1999, ia bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Di sana, Tgk Jinieb bukan sekadar anggota biasa. Ia dipercaya memegang peran strategis sebagai Komandan Regu (Danru) di sejumlah pasukan mulai Singa Bate, Singa Itam, hingga Pasukan Tengkorak Hitam, sebuah unit yang dikenal dengan mobilitas tinggi dan peran penting dalam operasi gerilya.

Rentang 2001 hingga masa damai menjadi fase paling keras dalam hidupnya, di mana disiplin, loyalitas, dan keberanian ditempa di tengah tekanan konflik. Namun sejarah berubah setelah penandatanganan MoU Helsinki 2005.

Razali seperti banyak eks kombatan lainnya, beralih ke medan baru, perjuangan politik.

Sejak 2009 hingga 2023, ia menjabat Panglima Sagoe Kuta Piadah Daerah IV Tgk Chik Ditunong di wilayah Samudra Pasee. Pada periode yang sama juga dipercaya sebagai Ketua Tuha Peut di Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Dua posisi ini memperlihatkan transformasinya, dari komandan lapangan menjadi tokoh masyarakat yang mengurus persoalan sosial dan pemerintahan gampong.

Kedekatan dengan masyarakat inilah yang menjadi modal utamanya ketika terjun ke politik elektoral. Pada Pemilu Legislatif 2024, Tgk Jinieb maju dari dapil  Aceh Utara-6 melalui Partai Aceh.  

Ia berhasil meraih 3.599 suara cukup untuk mengamankan kursi di DPRK Aceh Utara periode 2024–2029.

Kini, sebagai Ketua Komisi V, ia mengemban tanggung jawab yang luas: pendidikan, kesehatan, sosial, perlindungan anak, hingga syariat Islam dan kepemudaan. Bidang yang ia tangani bukan sekadar administratif, tetapi menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam visinya, Tgk Jinieb ingin menghadirkan Aceh Utara yang sehat, cerdas, dan sejahtera, tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam. Misinya pun konkret yaitu meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperkuat pendidikan dan dayah, melindungi anak, hingga mendorong peran pemuda dan sektor pariwisata.

Salah satu langkah nyata yang menandai kiprahnya adalah ikut keterlibatannya dalam memperjuangkan status 8.094 tenaga honorer menjadi PPPK paruh waktu. Bagi Jinieb, perjuangan tidak pernah berhenti, hanya berganti bentuk. Jika dulu ia berjuang dengan senjata di medan konflik, kini ia melanjutkan perjuangan itu melalui kebijakan, pengawasan, dan keberpihakan pada masyarakat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved