Sabtu, 23 Mei 2026

Info Unigha

Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur Terapkan Teknologi Drip Irrigation di Pidie

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Mahasiswa Berdampak 2026 bertema Pemulihan Bencana

Tayang:
Editor: IKL
Istimewa
Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur bersama kelompok tani Desa Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, saat pelaksanaan program Mahasiswa Berdampak 2026. 

SERAMBINEWS.COM, PIDIE – Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur (Unigha) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dengan memperkenalkan teknologi penyiraman tanaman tomat berbasis drip irrigation yang dipadukan dengan analisis matematis di Desa Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.  

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Mahasiswa Berdampak 2026 bertema Pemulihan Bencana, yang bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendorong produktivitas pertanian masyarakat pascabencana. Kegiatan ini didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta kontribusi pendamping dari Universitas Jabal Ghafur.  

Ketua tim pelaksana, Junaidi, S.Si., M.Mat, menjelaskan bahwa selama ini petani masih menggunakan sistem penyiraman konvensional yang tidak terukur. “Petani menyiram tanaman berdasarkan kebiasaan, bukan perhitungan. Akibatnya, penggunaan air tidak efisien dan hasil produksi belum optimal,” ujarnya.

unigha_060426_1
Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur bersama kelompok tani Desa Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, saat pelaksanaan program Mahasiswa Berdampak 2026.

Baca juga: 150 Mahasiswa Unigha Dilepas ke Lokasi Terdampak Banjir, Wujud Kepedulian pada Korban Bencana

Melalui program ini, mahasiswa memperkenalkan sistem irigasi tetes yang dihitung secara matematis untuk menentukan kebutuhan air tanaman secara tepat. Air dialirkan langsung ke akar dengan debit dan durasi sesuai luas lahan, jumlah tanaman, serta fase pertumbuhan.  

Dosen tim, Karnilawati, S.P., M.P, menambahkan bahwa inovasi ini merupakan penerapan ilmu agroteknologi yang dipadukan dengan analisis matematis. “Sistem ini efektif karena mampu mengatur distribusi air secara presisi sesuai kebutuhan tanaman. Dengan pola penyiraman terukur, efisiensi meningkat dan hasil panen lebih optimal,” jelasnya.  

Baca juga: Pelepasan Mahasiswa Berdampak 2026: Wujud Kepedulian Unigha terhadap Bencana Sumatra

Program ini melibatkan dua kelompok tani dengan total 40 anggota. Selain pemasangan alat, kegiatan juga mencakup pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Respons masyarakat sangat positif; petani mengaku terbantu karena teknologi ini menghemat air, tenaga kerja, dan mempermudah penyiraman.  

unigha_060326_1b
Mahasiswa Universitas Jabal Ghafur bersama kelompok tani Desa Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, saat pelaksanaan program Mahasiswa Berdampak 2026.

Hasil awal menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air serta potensi peningkatan produksi tomat. Petani juga mulai memahami manajemen usaha tani yang lebih terstruktur, termasuk aspek produksi dan pemasaran.  

Sekitar 50 mahasiswa dari berbagai program studi ikut terlibat dalam survei lapangan, instalasi teknologi, hingga pendampingan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di daerah lain, mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat desa di Aceh. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved