Kamis, 9 April 2026

Nyak Sandang Meninggal

BREAKING NEWS - Nyak Sandang Meninggal Dunia, Aceh Jaya Berduka

Almarhum menghembuskan napas terakhir di kediamannya yang berada di wilayah tersebut.  Hal itu dibenarkan Camat Jaya, Syamsuddin saat dikonfirmasi...

Penulis: Riski Bintang | Editor: Nurul Hayati
Dok Prib
Cucu Nyak Sandang saat mengantarkan Nyak Sandang ke bandara menuju ke Jakarta, guna menerima tanda kehormatan negara atas jasanya dalam pembelian pesawat pertama Indonesia, Seulawah RI-001. Hari ini Selasa, (7/4/2026) Nyak Sandang meninggal dunia di kediamannya di Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. 

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Innalillahi wa innailaihi raji'un, kabar duka datang dari Aceh Jaya

Tokoh masyarakat, Nyak Sandang, dilaporkan meninggal dunia pada pukul 12.20 WIB di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Selasa (7/4/2026).

Almarhum menghembuskan napas terakhir di kediamannya yang berada di wilayah tersebut. 

Hal itu dibenarkan Camat Jaya, Syamsuddin saat dikonfirmasi Serambinews.com, Selasa (7/4/2026).

"Iya benar, beliau sudah meninggalkan kita semua," jelasnya.

Kepergian Nyak Sandang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat setempat. 

Sosoknya dikenal luas sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh, khususnya di wilayah Aceh Jaya. 

Baca juga: Momen Haru, Ketika Nyak Sandang Elus Badan Presiden Prabowo

Profil Nyak Sandang

Nyak Sandang (91) memperlihatkan tiket umrah pemberian Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (18/2/2019).
Nyak Sandang (91) memperlihatkan tiket umrah pemberian Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (18/2/2019). (SERAMBINEWS.COM/SUBUR DHANI)

Nyak Sandang merupakan salah satu tokoh asal Aceh yang namanya tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Ia dikenal luas karena bersama masyarakat Aceh ikut menyumbangkan harta pribadinya untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, pada masa Presiden Soekarno.

Kisahnya bermula pada 1948, ketika Bung Karno berkunjung ke Aceh untuk meminta dukungan bagi perjuangan mempertahankan kedaulatan negara

Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun berinisiatif menjual sepetak tanah dan emas 10 gram.

Dari penjualan tanah dan emas, ia mendapatkan uang Rp 100. 

Nyak Sandang muda pun menyerahkan uang Rp 100 itu kepada negara.

Dari masyarakat Aceh, Soekarno menerima sumbangan sebesar SGD 120.000 dan sekitar 20 kilogram emas murni. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved