Jumat, 10 April 2026

Berita Banda Aceh

Satgas PRR: Pembelajaran di Aceh Pulih 100 Persen, Tapi Sekolah Darurat Masih Ada

Meski demikian, Safrizal mengakui belum seluruh sekolah kembali ke kondisi normal dari sisi sarana dan prasarana.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Rianza Alfandi
MEMAPARKAN DATA – Kepala Posko Satgas PRR Pascabencana Wilayah Aceh, Safrizal ZA, memamparkan data perkembangan penangananan pascabencana di Aceh pada kegiatan Media Ghatering bersama awak media di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Selasa (7/4/2026). 

Meski demikian, Safrizal mengakui belum seluruh sekolah kembali ke kondisi normal dari sisi sarana dan prasarana. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana di Aceh menyebutkan proses pembelajaran di seluruh fasilitas pendidikan terdampak kini telah pulih 100 persen. 

Namun, pemulihan infrastruktur sekolah belum sepenuhnya tuntas, hal itu ditandai dengan masih adanya sekolah darurat dan tenda yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Posko Satgas PRR Pascabencana Wilayah Aceh, Safrizal ZA, dalam paparanya pada kegiatan media gathering bersama awak media di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Selasa (7/4/2026).

“Dari 3.120 fasilitas pendidikan (yang terdampak bencana) proses pelaksanaannya sudah 100 persen, dalam arti pembelajarannya sudah berlangsung,” kata Safrizal.

Adapun fasilitas pendidikan tersebut mencakup jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga madrasah dan pondok pesantren yang terdampak bencana. 

Baca juga: Satgas PRR Aceh Lakukan Pendataan Tanpa Batas, Pastikan Tak Ada Warga Terlewat

Meski demikian, Safrizal mengakui belum seluruh sekolah kembali ke kondisi normal dari sisi sarana dan prasarana. 

Saat ini, kata Safrizal, sebagian besar sekolah sebenarnya sudah kembali ke lokasi asal. 

Dari total 3.120 fasilitas pendidikan, sebanyak 3.046 di antaranya telah kembali beroperasi di sekolah masing-masing.

Namun, masih terdapat 34 sekolah di daerah terdampak banjir yang menggunakan kelas darurat, 36 sekolah belajar di tenda, serta 4 sekolah yang menumpang di gedung lain.

“Dari 3.120 ini, 3.046 sudah bersekolah di sekolah asal. Jadi dari sisi pembelajaran sudah berlangsung 100 persen, tapi belum semua sekolah itu pulih ya,” jelasnya. 

Safrizal mengungkap, untuk mempercepat pemulihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan dalam waktu dekat ruang kelas darurat dan sekolah tenda akan dibangun kembali agar seluruh siswa bisa kembali belajar di gedung permanen.

Lebih lanjut, Safrizal juga menyebut, bahwa data Satgas PRR mencatat tingkat kerusakan sekolah di Aceh masih cukup signifikan. 

Tercatat sebanyak 1.287 sekolah mengalami rusak ringan, 1.382 rusak sedang, dan 188 sekolah mengalami rusak berat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved