Minggu, 10 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Orasi di Depan Kantor DPRK Aceh Singkil, Camat: Saya Siap Dipecat 

"Saya siap dipecat, bahkan saya siap melepas atribut jabatan saya detik ini juga sebagai bentuk keprihatinan," kata Mansurdin. 

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Dede Rosadi
Saksikan Orasi Camat: Warga saksikan orasi Camat Kuala Baru Mansurdin dan Camat Singkil, Khairuddin di depan kantor DPRK Aceh Singkil, menuntut pengesahan APBK 2026, Rabu (8/4/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Camat Kuala Baru, Mansurdin mengaku siap dipecat dengan melepas atributnya sebagai aparatur sipil negara (ASN). 

Hal itu disampaikan Mansurdin saat berorasi menuntut pengesahan APBK 2026 di halaman kantor DPRK Aceh Singkil, di Kampung Baru, Singkil Utara, Rabu (8/4/2026).

"Saya siap dipecat, bahkan saya siap melepas atribut jabatan saya detik ini juga sebagai bentuk keprihatinan," kata Mansurdin. 

Diketahui Camat Kuala Baru Mansurdin dan Camat Singkil, Khairuddin, memiliki alasan kuat sehingga nekat berorasi di depan kantor DPRK Aceh Singkil.

Salah satu alasannya pelayanan kepada masyarakat terhambat akibat Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026 belum disahkan. 

Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian, kedua camat tersebut menuntut agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil 2026 disahkan. 

Jika tidak maka, seluruh pelayanan di tingkat kecamatan akan ditutup. 

"Kami minta APBK disahkan hari ini juga, jika tidak maka mulai besok pelayanan di Kuala Baru, kami tutup," teriak Mansurdin. 

Baca juga: BREAKING NEWS - Mayoritas Fraksi DPRK Aceh Singkil Tolak Raqan APBK 2026

Hal senada disampaikan Khairudin. Pihaknya sudah bersepakat menyetop pelayanan, jika APBK 2026 tidak disahkan hari ini, Rabu (8/6/2026). 

"Kami telah bersepakat, kalau APBK tidak disahkan stop pelayanan," kata Khairudin. 

Pelayanan di-stop sebab tidak ada anggaran yang bisa digunakan, akibat APBK 2026 belum disahkan. 

Bukan hanya anggaran pelayan, gaji ASN juga belum diterima.

"Bagaimana kami mau bekerja, kalau anggaran tidak ada, dan tidak gajian," ujar Mansurdin. 

Menurut Mansurdin, dirinya menyadari sebagai ASN merupakan pelayan masyarakat. 

Akan tetapi, pihaknya tidak bisa lagi mencari uang pinjaman untuk menjalankan pelayan kepada masyarakat. 

"Hutang kami sudah banyak berbunga pula. Sementara anggaran kami ada, tapi tidak bisa ditarik karena APBK belum disahkan," tukas Mansurdin. 

Dalam orasinya Mansurdin, juga menyoal sejarah pendirian Kabupaten Aceh Singkil, yang sudah berusia 27 tahun. 

Dalam perjalan Aceh Singkil, baru kali ini pembahasan anggaran tak kunjung disahkan hingga melewati batas waktu yang ditentukan.

Orasi kedua camat tersebut disaksikan sejumlah kepala desa yang datang untuk menyaksikan rapat paripurna pembahasan APBK 2026 di kantor DPRK Aceh Singkil.

Sementara itu tak lama usai kedua camat berorasi, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, menggelar rapat paripurna pembahasan APBK 2026. 

Sesaat rapat dibuka Ketua DPRK Aceh Singkil, Haji Amaliun, langsung dihujani intrupsi. 

Para wakil rakyat terlibat adu argumentasi sesama koleganya terkait alasan penundaan paripurna sebelumnya ada 6 April 2026. 

Rapat pun akhirnya diskor lantaran masuk shalat Ashar.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved