Kamis, 9 April 2026

Berita Gayo Lues

Jembatan Darurat Putus Dihantam Banjir, Warga Badak Uken ‘Terkurung’

"Personel Brimob Polda Aceh dari Kompi Peparik turun ke lokasi banjir untuk membantu warga yang akan menyeberang sungai." MUHAMMAD ALI

Editor: mufti
for serambinews/IST
GOTONG SEPMOR - Peronel Brimob Polda Aceh dari Kompi Peparik, Gayo Lues, menggotong sepeda motor (sepmor) warga dengan menyeberangi sungai, setelah jembatan darurat di Desa Badak Uken, Kecamatan Dabun Gelang, putus akibat dihantam banjir, Rabu (8/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan darurat menuju Desa Blangtemung atau Badak Uken, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, kembali putus dihantam banjir
  • Arus lalu lintas menuju ke desa tersebut masih putus. Bahkan warga di Desa Badak Uken dilaporkan tak bisa berpergian menggunakan kendaraan
  • Sedikitnya enam rumah dan satu meunasah dilaporkan terendam air. Warga setempat sempat diliputi rasa waswas karena kenaikan air berlangsung cepat

"Personel Brimob Polda Aceh dari Kompi Peparik turun ke lokasi banjir untuk membantu warga yang akan menyeberang sungai." MUHAMMAD ALI, Warga Dabun Gelang

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Jembatan darurat menuju Desa Blangtemung atau Badak Uken, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, kembali putus dihantam banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah itu, Selasa (7/4/2026) malam.

Saat ini arus lalu lintas menuju ke desa tersebut masih putus. Bahkan warga di Desa Badak Uken dilaporkan tak bisa berpergian menggunakan kendaraan.

Diketahui, dalam dua hari terakhir ini sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan kembali terjadi banjir. Banjir juga menyebabkan sekolah Bunayya Pining terendam air disertai lumpur.

"Jembatan darurat menuju Badak Uken yang bernama Titi Aih Kiri kembali putus dihantam banjir,” kata Muhammad Ali, warga Dabun Gelang, Rabu (8/4/2026).

Dikatakan, saat ini warga di desa tersebut masih terkurung, bahkan akses jalan keluar dari desa itu masih terganggu. Kondisi itu menyebabkan sejumlah ASN yang merupakan guru SD Negeri Blangtemung tak bisa menuju ke sekolah karena jembatan putus.

Dikatakan, ada beberapa guru SD dan SMPN Satu Atap di desa tersebut tak bisa menjalankan tugas. "Personel Brimob Polda Aceh dari Kompi Peparik Gayo Lues turun ke lokasi banjir untuk membantu warga yang akan menyeberang sungai," tandas Muhammad Ali.

Kembali lancar

Sementara itu arus lalu lintas dari Blangkejeren menuju Kutacane yang sebelumnya lumpuh akibat putusnya jalan di kawasan Serkil, Kecamatan Putri Betung, kini kembali lancar.

Kendaraan sudah bisa melintas setelah badan jalan nasional yang putus dilakukan penanganan oleh pihak PT Hutama Karya. Badan jalan tersebut putus, setelah tebing pengaman atau tanggul di Sungai Kale Alas jebol saat terjadi hujan deras.

Kepala BPJN Aceh melalui PPK 3.4 Ivan Syahputra, mengatakan, jalan di kawasan Serkil sudah ditangani dan arus lalu lintas sudah lancar kembali.

"Pihak Hutama Karya bekerja cepat menangani kerusakan jalan akibat diterjang banjir. Meski sempat terganggu, namun kini kendaraan sudah bisa melintas,” terangnya.(c40)

Enam Rumah dan Satu Meunasah Terendam

SEMENTARA itu, banjir kembali melanda Kampung Telpam Kejurun, Kecamatan Bintang, setelah hujan deras mengguyur wilayah Aceh Tengah sejak Selasa (7/4/2026) sore hingga malam.

Banjir terjadi sekitar pukul 22.09 WIB, saat debit air sungai meluap ke permukiman warga. Sedikitnya enam rumah dan satu meunasah dilaporkan terendam air. Warga setempat sempat diliputi rasa waswas karena kenaikan air berlangsung cepat. 

Beberapa penghuni rumah bahkan terpaksa mengungsi sementara ke sekolah karena rumah tidak lagi memungkinkan untuk ditempati.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved