Jumat, 10 April 2026

Berita Banda Aceh

Sekda Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027

M Nasir, membuka Forum Konsultasi Publik terhadap Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2027

Editor: mufti
Serambinews.com/HO
BUKA FORUM RKPA - Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, membuka forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Aceh atau RKPA Tahun 2027 di Aula Hotel Grand Nanggroe Aceh, Banda Aceh, Rabu (8/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sekda Aceh M. Nasir membuka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027, menegaskan forum sebagai wadah penting menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah
  • Tema pembangunan 2027 fokus pada percepatan pemulihan pascabencana dengan 10 prioritas, termasuk pengentasan kemiskinan, lapangan kerja, dan transformasi digital
  • Tantangan utama meliputi pertumbuhan ekonomi 2,97 persen, kemiskinan 12,22 persen , dan inflasi 5,31 % , dengan target peningkatan kesejahteraan dan pembangunan adaptif bencana

SERAMBINEWS,COM, BANDA ACEH - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, membuka Forum Konsultasi Publik terhadap Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) tahun 2027 yang berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Rabu (8/4/2026). Forum ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Pada tahun 2027, Pemerintah Aceh mengusung tema pembangunan yakni percepatan pemulihan pascabencana melalui pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan. 

Tema ini dijabarkan ke dalam sepuluh prioritas utama, di antaranya penguatan syariat Islam, penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan hidup.

Melalui forum ini, Sekda M Nasir berharap para pemangku kepentingan dapat memberikan masukan konstruktif guna menghindari potensi tumpang tindih program, ketidaktepatan sasaran, hingga penyusunan indikator kinerja yang kurang relevan.

“Forum ini menjadi sarana menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, sehingga tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar M Nasir. Sekda menuturkan bahwa RKPA tahun 2027 dinilai amat penting karena menjadi penghubung antara rencana pembangunan jangka menengah daerah dengan rencana kerja pemerintah nasional. Oleh karena itu, konsistensi dan keselarasan perencanaan menjadi kunci agar implementasi pembangunan berjalan efektif di lapangan ke depan.

Dalam kesempatan itu, M Nasir memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Aceh yang masih menjadi tantangan. Hingga tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Aceh secara kumulatif tercatat sebesar 2,97 persen, hal ini terutama dipengaruhi oleh faktor bencana alam yang menimpa Aceh pada akhir tahun lalu. Sementara target pada 2029 ditetapkan mencapai 6,6 persen.

Sedangkan tingkat kemiskinan pada September 2025 masih berada di angka 12,22 persen, dengan target penurunan menjadi kisaran 6,39 hingga 7,39 persen pada 2029. M Nasir menegaskan capaian tersebut memerlukan upaya terarah melalui program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sekda juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi daerah, di tengah inflasi tahunan yang mencapai 5,31 persen hingga Maret 2026. Selain itu, penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan program strategis lainnya dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai daerah yang rawan bencana, lanjut Sekda, Aceh juga diharapkan mampu mengintegrasikan perencanaan pembangunan dengan dokumen penanggulangan bencana, termasuk rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Pembangunan ke depan harus adaptif terhadap risiko, agar tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga melindungi masyarakat dan aset daerah,” katanya. Pada momen tersebut Sekda mengajak seluruh peserta forum untuk berkontribusi aktif memberikan masukan demi menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.(*) 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved