Berita Banda Aceh
Penguatan Ekosistem Halal: BI dan KDEKS Aceh Dorong Pengembangan Zona KHAS di Lingkungan Universitas
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Aceh
Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM, Banda Aceh - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Aceh bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah menggelar Diskusi Perencanaan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh (9/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Aceh melalui pengembangan kawasan kuliner berbasis prinsip halal, higienis, dan sehat.
Diskusi ini menyoroti pentingnya pengembangan Zona KHAS sebagai bagian dari implementasi halal value chain yang terintegrasi. Kawasan perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, riset, dan pembentukan budaya konsumsi halal, sehingga menjadi lokus prioritas dalam perluasan program Zona KHAS di Aceh.
Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, menyampaikan bahwa pengembangan Zona KHAS di lingkungan kampus merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam membentuk kesadaran halal di masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan Zona KHAS di kampus diharapkan dapat menjadi model integratif antara edukasi, riset, dan implementasi ekonomi syariah secara nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendorong akselerasi program tersebut.
Baca juga: Arus Sungai Deras, Penyeberangan Warga di Pante Lhong Terkendala, Satu Perahu Ketek Dibawa Arus
“Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperluas implementasi Zona KHAS sebagai bagian dari penguatan UMKM halal dan peningkatan daya saing ekonomi daerah. Sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan program ini, khususnya dalam aspek sertifikasi halal dan standar kesehatan pangan,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Sekretariat Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec, kemudian Direktur Direktorat Bisnis dan Dana Lestari sekaligus Ketua ARC Universitas Syiah Kuala, Dr. Ir. Syaifullah, S.T., M.Eng, kemudian perwakilan Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbis) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Dr. Hendra Syahputra, SE., MM, serta perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Aceh, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan LP3H Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, LPH dan LP3H Universitas Syiah Kuala, serta Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
Dalam diskusi tersebut disepakati bahwa pengembangan Zona KHAS akan difokuskan pada kawasan kantin Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala. Kedua institusi menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi program melalui percepatan sertifikasi halal, peningkatan standar higienitas, serta penguatan manajemen kawasan kuliner kampus.
Sebagai tindak lanjut, para pemangku kepentingan akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pimpinan perguruan tinggi, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada para tenant serta pendampingan dalam pemenuhan standar Zona KHAS. Program ini juga direncanakan akan diluncurkan dalam rangkaian kegiatan Road to FESYAR yang akan diselenggarakan pada 26 April 2026 di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Melalui inisiatif ini, diharapkan Zona KHAS dapat menjadi model pengembangan kawasan kuliner halal yang terintegrasi dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
| DPW PKS Aceh Salurkan Bantuan Jaring ke Nelayan di Kampung Baru |
|
|---|
| Sekda Buka Forum Konsultasi Publik RKPA 2027 |
|
|---|
| Dinas Pangan Aceh Sukses Gelar Gerakan Pangan Murah di 4 Daerah, Selasa Depan di Banda Aceh |
|
|---|
| SPS Aceh Gelar Halal Bihalal, Jaga Kekompakan Hadapi Tantangan Industri Media |
|
|---|
| 80 Peserta Ikut Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama BDK Aceh di Aceh Tenggara dan Pidie |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sejumlah-peserta-berfoto-bersama-usai-Diskusi-Perencanaan-Zona-Kuliner-Halal.jpg)