Minggu, 3 Mei 2026

Berita Gayo Lues

TNI Bantu Warga Bongkar Rumah Terdampak Banjir dan Longsor di Gayo Lues

Banjir dan longsor kembali melanda Desa Pertik, Kecamatan Pining, Gayo Lues, akibat luapan Sungai Pining dan Pertik yang merendam rumah warga.

Tayang:
Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
BONGKAR RUMAH - Personel TNI membongkar rumah warga yang rusak karena terendam banjir luapan Sungai Pining dan Sungai Pertik, Gayo Lues. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor kembali melanda Desa Pertik, Kecamatan Pining, Gayo Lues, akibat luapan Sungai Pining dan Pertik yang merendam serta menimbun rumah warga.
  • Personel TNI Koramil 05/Pining turun langsung membantu warga, termasuk membongkar rumah Kamsiah (65) yang rusak parah dan tidak layak huni.
  • Langkah darurat ini dilakukan sambil menunggu program bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah, sekaligus menjadi wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak bencana.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues (Galus) pada akhir Desember 2025, kondisi serupa kembali terjadi di Desa Pertik, Kecamatan Pining. 

Bencana alam ini menyebabkan sejumlah rumah warga tertimbun material tanah dan pasir, serta merendam permukiman penduduk. 

Debit air Sungai Pining dan Sungai Pertik yang meluap menjadi penyebab utama banjir, terutama karena lokasi pemukiman berada di dataran rendah yang rawan bencana.

Danramil 05/Pining, Letda Inf Yusuf menjelaskan, bahwa intensitas hujan tinggi dan cuaca ekstrem memperparah kondisi. 

Dalam sepekan terakhir, wilayah Kecamatan Pining sudah dua kali dilanda banjir dan longsor. Personel TNI dari Koramil 05/Pining terus melakukan pemantauan situasi secara berkala untuk mengantisipasi dampak lanjutan. 

Yusuf menegaskan bahwa banjir pertama terjadi pada 26 November 2025 sekitar pukul 23.00 WIB, mengakibatkan rumah-rumah warga di Desa Pertik tertimbun tanah dan terendam air.

Kemudian, banjir susulan kembali melanda pada 31 Maret 2026 pukul 22.30 WIB, menyebabkan kerusakan parah pada rumah milik Kamsiah (65), seorang janda yang tinggal di desa tersebut.

Kamsiah sebelumnya telah mengungsi ke tempat yang lebih aman setelah banjir pertama. 

Baca juga: Banjir Luapan Kepung Pidie Jaya, Jalan Nasional Terganggu Hingga Pajero Terjebak

Karena tidak memiliki keluarga dekat, ia sementara waktu menumpang di rumah warga lain. Rumahnya yang rusak parah akhirnya harus dibongkar dengan bantuan personel TNI. 

Selain rumah Kamsiah, sejumlah rumah lain yang tidak layak huni akibat tertimbun material longsor juga dibongkar. 

Tindakan ini dilakukan sebagai langkah darurat sambil menunggu program bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah.

Kehadiran TNI di lokasi bencana menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat terdampak. 

Mereka tidak hanya membantu dalam proses evakuasi, tetapi juga turut serta dalam pembongkaran rumah warga yang rusak. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved