Minggu, 12 April 2026

Berita Banda Aceh

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Satgas PRR Pascabencana Sumatera mempercepat penyediaan Huntap bagi penyintas di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan memanfaatkan lahan HGU.

Penulis: Hendri Abik | Editor: Saifullah
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
OPSI LAHAN HGU - Kepala Satgas PRR Sumatera sekaligus Mendagri RI, Muhammad Tito Karnavian menyebutkan, lahan HGU menjadi opsional lokasi pembangunan Huntap bagi korban banjir dan tanah longsor. 

Ringkasan Berita:
  • Satgas PRR Pascabencana Sumatera mempercepat penyediaan hunian tetap (huntap) bagi penyintas di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan memanfaatkan lahan HGU sebagai opsi relokasi.
  • Data menunjukkan potensi lahan HGU cukup besar, dengan lebih 190 ribu hektare di tiga provinsi, sementara kebutuhan relokasi hanya sekitar 4.778 ha.
  • Strategi ini dilaksanakan melalui skema komunal maupun in situ, dengan target pembangunan 39.007 unit huntap, di mana 230 unit sudah selesai dan 1.240 unit sedang dibangun.

 

Satgas PRR Pascabencana Sumatera mempercepat penyediaan hunian tetap (huntap) bagi penyintas di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan memanfaatkan lahan HGU sebagai opsi relokasi.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Hendrik | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus berupaya mempercepat penyediaan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Salah satu strategi yang kini digencarkan adalah pemanfaatan lahan Hak Guna Usaha (HGU) sebagai opsi relokasi hunian yang aman dan berkelanjutan.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, bahwa lahan HGU dapat dijadikan alternatif jika pemerintah daerah kesulitan menyediakan lahan Huntap atau tidak tersedia lahan milik BUMN.

Menurutnya, prinsip dasar tanah HGU adalah milik negara, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat terdampak bencana.

“Perintah Presiden jelas, tanah pemerintah diprioritaskan untuk korban bencana," tukas Mendagri RI.

"Kalau tidak ada, kita lihat opsi lain, termasuk HGU,” ujarnya dalam rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Data pemetaan menunjukkan, potensi lahan HGU cukup besar.

Baca juga: BNPB Tuntaskan Pembangunan Huntara di Beutong Ateuh Nagan, Segera Bangun Huntap 700 Unit

Di Aceh terdapat 52 lokasi HGU dengan luas 81.551 hektare, di Sumatera Utara 18 lokasi seluas 24.418 hektare, dan di Sumatera Barat 33 lokasi dengan luas 88.405 hektare.

Sementara kebutuhan lahan relokasi Huntap di tiga provinsi mencapai 4.778 hektare, terdiri dari 1.039 hektare di Aceh, 3.577 hektare di Sumatera Utara, dan 162 hektare di Sumatera Barat.

Optimalisasi HGU akan dilakukan dengan skema komunal, yaitu merelokasi penyintas ke kawasan baru yang aman dari potensi bencana.

Pembangunan Huntap komunal akan ditangani oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman.

Selain itu, Satgas PRR juga menyiapkan skema in situ, yakni pembangunan kembali di lahan milik masyarakat dengan dukungan BNPB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved