Sabtu, 11 April 2026

Berita Gayo Lues

TNI Sigap Bantu Warga Bongkar Rumah Terdampak Banjir dan Longsor di Galus

TNI dari Koramil 05/Pining bergerak cepat membantu warga Desa Pertik, Kecamatan Pining, Gayo Lues yang rumahnya rusak akibat banjir dan longsor.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
TNI BONGKAR RUMAH - Personel TNI membongkar rumah warga yang rusak karena terendam banjir luapan Sungai Pining dan Sungai Pertik, Gayo Lues. 

Ringkasan Berita:
  • TNI dari Koramil 05/Pining bergerak cepat membantu warga Desa Pertik, Kecamatan Pining, Gayo Lues yang rumahnya rusak akibat banjir dan longsor.
  • Rumah milik Kamsiah (65), seorang janda, serta beberapa rumah lain yang tertimbun material tanah dibongkar karena tidak layak huni.
  • Langkah darurat ini dilakukan sambil menunggu program bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah, sekaligus memberi dukungan moral bagi warga terdampak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda Desa Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, setelah sebelumnya terjadi pada akhir Desember 2025.

Debit air Sungai Pining dan Sungai Pertik yang meluap menyebabkan sejumlah rumah warga tertimbun material tanah dan pasir.

Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah tersebut.

Danramil 05/Pining, Letda Inf Yusuf menjelaskan, bahwa dalam sepekan terakhir Kecamatan Pining sudah dua kali dilanda banjir dan longsor.

Peristiwa pertama terjadi pada 26 November 2025 sekitar pukul 23.00 WIB, yang mengakibatkan rumah-rumah warga terendam dan tertimbun tanah.

Banjir susulan kembali terjadi pada 31 Maret 2026 pukul 22.30 WIB, menyebabkan kerusakan parah pada rumah milik Kamsiah (65), seorang janda yang tinggal di desa tersebut.

Baca juga: BNPB Sedang Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Banjir di Bireuen, 48 Huntap Terpusat di Krueng Simpo

Kamsiah sebelumnya telah mengungsi ke tempat yang lebih aman setelah banjir pertama.

Karena tidak memiliki keluarga dekat, ia sementara waktu menumpang di rumah warga lain.

Rumahnya yang rusak parah akhirnya harus dibongkar dengan bantuan personel TNI.

Selain rumah Kamsiah, sejumlah rumah lain yang tidak layak huni akibat tertimbun material longsor juga dibongkar.

Personel TNI dari Koramil 05/Pining bergerak cepat membantu warga dalam proses pembongkaran rumah yang rusak.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya darurat sambil menunggu program bantuan hunian tetap (Huntap) dari pemerintah.

Kehadiran TNI di lokasi bencana tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved