Minggu, 26 April 2026

Tertib Lalu Lintas

Pelajar Dominasi Kecelakaan Lalu Lintas di Sabang, Capai Lebih dari 50 Persen

Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kota Sabang masih tergolong tinggi sepanjang 2025. Dari total 110 kasus kecelakaan

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
LALU LINTAS - Petugas Satlantas Polres Sabang memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SMA Negeri 2 Sabang. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kota Sabang masih tergolong tinggi sepanjang 2025. Dari total 110 kasus kecelakaan, sebanyak 60 kasus melibatkan kalangan usia sekolah.

Data tersebut menunjukkan lebih dari setengah kejadian kecelakaan lalu lintas di Sabang didominasi oleh pelajar.

Kasat Lantas Polres Sabang, Iptu Darmi, SH, Kamis (9/4/2026), mengatakan pihaknya rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait risiko berkendara bagi remaja.

Edukasi yang diberikan mencakup bahaya kecelakaan lalu lintas, pentingnya tertib berlalu lintas, penggunaan helm, serta larangan balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar.

“Secara aturan, anak di bawah umur tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” ujarnya.

Baca juga: Paska Lebaran, Arus Lalu Lintas di Aceh Barat Tetap Kondusif dan Aman

Ia menjelaskan, masih banyaknya pelajar yang membawa sepeda motor ke sekolah dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya keterbatasan orang tua untuk mengantar serta jarak rumah yang relatif jauh.

Meski demikian, penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar tetap berisiko tinggi dan perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami terus mengingatkan agar pelajar tidak menggunakan kendaraan, kecuali dalam kondisi mendesak, karena potensi kecelakaan cukup besar,” tambahnya.

Sebagai upaya menekan angka kecelakaan, pihak kepolisian juga mendorong pemanfaatan fasilitas transportasi yang telah disediakan, seperti bus sekolah.

“Bagi siswa yang memungkinkan, sebaiknya menggunakan bus sekolah agar lebih aman dan dapat meminimalkan risiko kecelakaan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pihak sekolah dalam memberikan edukasi berlalu lintas kepada anak sejak dini.

“Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam membentuk kesadaran tertib berlalu lintas. Ini untuk melindungi generasi muda, khususnya di Sabang,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved