Jumat, 10 April 2026

Berita Banda Aceh

Prof Yusri Yusuf Kembali Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Aceh 

Prof Yusri Yusuf kembali dipercaya memimpin Majelis Adat Aceh (MAA) untuk periode 2026 - 2031.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Amirullah
Serambinews.com/HO
KETUA MAA – Prof Yusri Yusuf kembali dipercaya memimpin Majelis Adat Aceh (MAA) untuk periode 2026 - 2031. Foto ini direkam beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Prof Yusri Yusuf kembali dipercaya memimpin Majelis Adat Aceh (MAA) untuk periode 2026 - 2031. Ia terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung pada 7-8 April 2026, di Hotel Ayani, Banda Aceh.

Dalam Mubes tersebut, para peserta Mubes yang berjumlah sebanyak 45 orang secara serentak menunjuk Prof Yusri Yusuf kembali menjadi ketua MAA.

"Kebetulan pada waktu itu, MAA tingkat kabupaten dan kota tidak mengusulkan nama lain. Bisa dikatakan saya sebagai calon tunggal karena kembali dicalonkan," ujar Prof Yusri Yusuf, Jumat (10/4/2026). 

Diketahui, adapun peserta Mubes tersebut terdiri atas Ketua MAA dari 23 kabupaten/kota sebanyak 23 orang, kemudian 8 orang dari MAA perwakilan provinsi, 6 orang dari tim ahli adat, serta 8 orang dari pengurus MAA.

Prof. Yusri Yusuf saat ini juga masih tercatat sebagai ketua MAA periode sebelumnya, hingga berakhir kepengurusan pada 9 Mei 2026.

Prof Yusri menegaskan komitmennya untuk membawa MAA menjadi lembaga yang lebih progresif dalam menjaga nilai-nilai luhur di masyarakat. 

Baca juga: Polisi Nagan Raya Tangkap Pelaku Penyimpangan Elpiji Subsidi 3 Kg, Mobil Xenia dan 34 Tabung Disita

Ia juga berharap ke depan, perangkat adat dan masyarakat Aceh secara luas dapat lebih aktif menjalankan sendi-sendi kehidupan sesuai dengan tatanan adat yang berlaku.

“Kita ingin memastikan bahwa lembaga ini hadir untuk mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat istiadat dalam segala aspek kehidupan," ujarnya.

Prof Yusri bertekad memproyeksikan MAA agar lebih fokus pada program-program pelestarian budaya dan penguatan hukum adat untuk menjaga identitas keacehan di tengah arus modernisasi.

Diketahui, sebelumnya Prof. Yusri Yusuf juga  pernah menjabat sebagai Kepala Sekretariat MAA tahun 2009, Wakil Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. 

Bahkan, saat ini, Prof Yusri juga masih aktif sebagai akademisi di Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, serta aktif diberbagai lembaga adat lainnya di Tanah Rencong.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved