Berita Banda Aceh
Prof Yusri Yusuf Ketua Majelis Adat Aceh, Ini Harapan dan Komitmennya
Prof. Yusri Yusuf saat ini juga masih tercatat sebagai ketua MAA periode sebelumnya, hingga berakhir kepengurusan pada 9 Mei 2026.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Prof. Yusri Yusuf saat ini juga masih tercatat sebagai ketua MAA periode sebelumnya, hingga berakhir kepengurusan pada 9 Mei 2026.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Prof Yusri Yusuf kembali dipercaya memimpin Majelis Adat Aceh (MAA) untuk periode 2026 - 2031. Ia terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung pada 7-8 April 2026, di Hotel Ayani, Banda Aceh.
Dalam Mubes tersebut, para peserta Mubes yang berjumlah sebanyak 45 orang secara serentak menunjuk Prof Yusri Yusuf kembali menjadi ketua MAA.
"Kebetulan pada waktu itu, MAA tingkat kabupaten dan kota tidak mengusulkan nama lain. Bisa dikatakan saya sebagai calon tunggal karena kembali dicalonkan," ujar Prof Yusri Yusuf, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: MAA Abdya Susun Penetapan Mahar Nikah, Maksimal Lima Mayam Emas
Diketahui, adapun peserta Mubes tersebut terdiri atas Ketua MAA dari 23 kabupaten/kota sebanyak 23 orang, kemudian 8 orang dari MAA perwakilan provinsi, 6 orang dari tim ahli adat, serta 8 orang dari pengurus MAA.
Prof. Yusri Yusuf saat ini juga masih tercatat sebagai ketua MAA periode sebelumnya, hingga berakhir kepengurusan pada 9 Mei 2026.
Prof Yusri menegaskan komitmennya untuk membawa MAA menjadi lembaga yang lebih progresif dalam menjaga nilai-nilai luhur di masyarakat.
Ia juga berharap ke depan, perangkat adat dan masyarakat Aceh secara luas dapat lebih aktif menjalankan sendi-sendi kehidupan sesuai dengan tatanan adat yang berlaku.
“Kita ingin memastikan bahwa lembaga ini hadir untuk mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat istiadat dalam segala aspek kehidupan," ujarnya.
Prof Yusri bertekad memproyeksikan MAA agar lebih fokus pada program-program pelestarian budaya dan penguatan hukum adat untuk menjaga identitas keacehan di tengah arus modernisasi.
Diketahui, sebelumnya Prof. Yusri Yusuf juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekretariat MAA tahun 2009, Wakil Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh.
Bahkan, saat ini, Prof Yusri juga masih aktif sebagai akademisi di Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, serta aktif diberbagai lembaga adat lainnya di Tanah Rencong.
| Sinergi Ditjenpas Aceh–PMI: Donor Darah Warnai Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 |
|
|---|
| APINDO Jajaki Kolaborasi Strategis dengan USK, Cetak SDM untuk Industri |
|
|---|
| Saat di Depan 800 Santri Ruhul Qur’an, Kepala BNNP Aceh Ajak Bentengi Diri dari Narkoba |
|
|---|
| ASDP Lanjut Kelola KMP Aceh Hebat 1 rute ke Sinabang, Pemerintah Aceh Dorong e-Ticketing |
|
|---|
| Negara Hadir di Aceh, Ruslan M Daud Dorong Percepatan Infrastruktur Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Yusri-Yusuf-MAA-untuk-periode-2026-2031.jpg)