Sabtu, 11 April 2026

Feature

Banjir Akibat Luapan Krueng Meureudu, Genangan di Negeri Japakeh Luka yang Terulang

Trauma banjir besar 2025 belum pulih, kini warga kembali dihantui luapan Krueng Meureudu yang datang silih berganti.

Editor: mufti
for serambinews/IST
BANJIR - Banjir merendam rumah warga di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Rabu (8/4/2026) malam. Banjir terjadi akibat meluapnya air Krueng Meureudu. 

Trauma banjir besar 2025 belum pulih, kini warga kembali dihantui luapan Krueng Meureudu yang datang silih berganti.

Sarah (42) terkejut saat membuka pintu rumahnya dan mendapati genangan air setinggi lutut. Padahal sejak sore hingga malam, hujan hanya turun dengan intensitas ringan. Air di halaman dengan cepat menerobos masuk ke rumah permanennya di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

Saat masuk ke dalam rumah, Sarah mendapati sepeda motor, tempat tidur, buku tulis, dan peralatan dapur sudah terendam. Semua barang berharga tak sempat diselamatkan karena banjir datang begitu cepat. “Banjir tiba-tiba masuk ke rumah, padahal hujan hanya rintik-rintik. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang,” ujarnya.

Sarah menuturkan, rumahnya sebelumnya sudah dibersihkan dari lumpur pascabanjir bandang besar yang melanda Pidie Jaya pada November 2025. Namun sejak itu, banjir susulan akibat luapan Krueng Meureudu terus berulang. Warga pun merasa lelah menghadapi banjir yang hampir tak kunjung berhenti di Negeri Japakeh, julukan Kabupaten Pidie Jaya.

Banjir susulan kerap datang tiba-tiba, bahkan setelah warga selesai membersihkan rumah. Kondisi ini membuat masyarakat tidak nyaman dan menambah trauma atas musibah yang datang silih berganti.

Luapan Krueng Meureudu

Data yang dihimpun Serambi, Rabu (8/4/2026) malam, menunjukkan luapan Krueng Meureudu sempat meluber ke badan Jalan Nasional Banda Aceh–Medan. Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik yang beredar di media sosial, terlihat air sungai meluap hingga menutup badan jalan nasional di Pidie Jaya. Sebuah mobil Pajero putih sempat terjebak dan berhenti di tengah jalan.

Luapan banjir juga membawa potongan kayu ke badan jalan. Warga bersama petugas kemudian mengarahkan kendaraan agar sopir Pajero dan pengendara lain bisa melanjutkan perjalanan. Dalam video itu juga tampak banjir menerjang rumah warga di pinggir jalan nasional.

Camat Meurah Dua, Iskandar, yang dikonfirmasi Serambi Kamis (9/4/2026), menjelaskan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi di pegunungan. Sekitar pukul 20.30 WIB, air sungai meluap dan menerobos ke permukiman.

Menurutnya, luapan setinggi tumit orang dewasa itu mengalir cepat ke rumah warga yang sebelumnya sudah dibersihkan pascabanjir 2025. “Warga tidak memperkirakan banjir, karena hujan di Pidie Jaya tidak lebat. Diduga curah hujan tinggi terjadi di pegunungan sehingga Krueng Meureudu meluap. Apalagi sungai tersebut kini dangkal sekitar dua meter,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, warga sempat panik karena trauma banjir besar tahun 2025. Sebagian warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) bahkan pulang untuk melihat kondisi rumah mereka.

Dampak banjir

Banjir luapan Krueng Meureudu melanda sepuluh gampong di Kecamatan Meurah Dua, yakni Genteng, Meunasah Raya, Dayah Krueng, Meunasah Bie, Blang, Dayah Kruet, Beringin, Pante Beureune, dan Meunasah Lhe. “Sekitar pukul 21.20 WIB, banjir sudah surut. Saat ini jalan berubah becek akibat terendam,” pungkas Iskandar.(muhammad nazar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved