Berita Banda Aceh
Safrizal ZA Tegaskan Proses Pembersihan Lumpur Sisa Banjir Aceh Berjalan Intensif
Kami mengajak masyarakat untuk tetap optimis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, mengesankan bahwa pemerintah tidak menyerah dalam penanganan lumpur pascabanjir di Aceh.
Ia mengaku bahwa proses pembersihan terus berjalan secara intensif dengan hasil yang nyata di lapangan.
Safrizal menekankan, bahwa maksud pernyataannya mengenai istilah "berat" dalam penanganan lumpur sisa banjir adalah refleksi dari kerja keras tim di lapangan, bukan sebuah pengakuan ketidaksanggupan atau keputusasaan.
“Kami perlu tegaskan, bagi kami berat itu bermakna kita harus kerja keras dan tidak pernah menyerah.
Semua ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jadi semangatnya adalah semangat positif untuk menuntaskan tanggung jawab, bukan bermakna menyerah. Berat itu adalah realita medan yang sedang kami taklukkan bersama,” ujar Safrizal ZA, dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Satgas PRR: Pembelajaran di Aceh Pulih 100 Persen, Tapi Sekolah Darurat Masih Ada
Ia memaparkan, berdasarkan data operasional Satgas, dari total 519 lokasi yang menjadi sasaran di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya dari material lumpur sisa banjir.
Sementara itu, sisa 39 lokasi lainnya saat ini dalam status on-going atau sedang terus dikerjakan.
Lokasi sisa ini merupakan area pemukiman padat dan drainase sempit yang memerlukan penanganan manual yang teliti.
“Guna mempercepat proses tersebut, dukungan personel terus dioptimalkan di titik-titik krusial.
Di wilayah Aceh Tamiang, Satgas telah mengerahkan personel Praja IPDN untuk membantu percepatan pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga agar segera layak digunakan kembali,” jelasnya.
Selain pengerahan personel kedinasan, Safrizal juga memaparkan keberlanjutan program Cash for Work atau Padat Karya Tahap II yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat terdampak.
Baca juga: Qarira Qurratu Aini, Siswi SMAN Unggul Tunas Bangsa Abdya Diterima di 11 Universitas Luar Negeri
Seperti di Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program tersebut sedang berjalan aktif dengan melibatkan total 392 peserta.
“Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didampingi 12 personel TNI/Polri.
Pelaksanaan gelombang pertama sudah berjalan pada 6-8 April, dan akan dilanjutkan kembali pada 14-17 April mendatang. Ini adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat bahu-membahu di lapangan,” jelasnya.
Ajak masyarakat tetap optimis
| Mulai Berlaku, ASN Aceh Kerja dari Rumah Tiap Jumat, Ini Rincian Aturannya |
|
|---|
| Terapkan WFH, ASN Pemerintah Aceh Hanya Masuk Kantor Senin-Kamis |
|
|---|
| Irmawan Pastikan TPA Regional Blang Bintang Dibangun Tahun Ini, Solusi Atasi Darurat Sampah |
|
|---|
| Spanduk Protes Penolakan Pemotongan JKA Bertebaran di Banda Aceh |
|
|---|
| Prof Yusri Yusuf Ketua Majelis Adat Aceh, Ini Harapan dan Komitmennya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/meninjau-sisa-lumpur-banjir-aceh_2026_.jpg)