Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Langsa

Relawan PGX Aceh Kritik Komisi III DPR RI: Jangan Tutup Mata Konflik Warga Cot Gireuk dan PTPN 4 

Konflik agraria di Cot Gireuk, Aceh Utara antara warga dan PTPN 4 semakin memanas hingga mengancam stabilitas daerah.

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
KONFLIK AGRARIA - Penasehat Relawan Prabowo Gibran Experience (PGX) Aceh, Nasruddin melontarkan kritik keras dan ajakan reflektif kepada Komisi III DPR RI agar tidak menutup mata terhadap realita terkait konflik agraria antara PTPN IV dengan warga di Cot Girek. 

Ringkasan Berita:
  • Konflik agraria di Cot Gireuk, Aceh Utara antara warga dan PTPN 4 semakin memanas hingga mengancam stabilitas daerah.
  • Relawan PGX Aceh melalui Nasruddin mengkritik Komisi III DPR RI agar tidak menutup mata, sekaligus mengecam aksi anarki berupa perusakan dan pembakaran aset negara.
  • Ia menegaskan perlunya penegakan hukum tanpa pandang bulu, mediasi pemerintah daerah, serta perlindungan bagi karyawan dan warga dari intimidasi premanisme.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Konflik agraria di Cot Gireuk, Aceh Utara antara masyarakat dan PTPN 4 Regional 6 saat ini berada di titik didih dan mencemaskan.

Bahkan., situasi saat ini di lapangan telah bergeser menjadi arena anarki yang mengancam stabilitas daerah.

Menanggapi hal itu, Penasehat Relawan Prabowo Gibran Experience (PGX) Aceh, Nasruddin, Sabtu (11/4/2026), melontarkan kritik keras dan ajakan reflektif kepada Komisi III DPR RI agar tidak menutup mata terhadap realita yang terjadi di lapangan.

​Nasruddin juga tegas mengecam aksi perusakan dan pembakaran aset negara yang dilakukan oleh oknum masyarakat. 

Menurutnya, perjuangan menuntut hak adalah sesuatu yang mulia.

Namun ketika disusupi oleh tindakan kriminal, esensi perjuangan itu langsung cacat secara hukum.

​"Kita tidak bisa membiarkan anarki menjadi bahasa komunikasi. Pembakaran aset negara adalah luka bagi kedaulatan hukum kita," sebutnya.

Ditambahkan Nasruddin, Komisi III DPR RI harus bijak dan memberi ruang penuh bagi Kepolisian untuk menyeret para provokator ke pengadilan. 

Baca juga: PTPN IV Tegaskan HGU Kebun Cot Girek Sah dan Masih Aktif, Siap Klarifikasi Terbuka

Jangan biarkan rakyat kecil hanya jadi tameng bagi kepentingan gelap pihak tertentu yang memicu konflik antara masyarakat dan perusahaan.

Di sisi lain, yang sering terlupakan dalam konflik ini adalah nasib para karyawan PTPN 4 yang notabene juga warga sekitar yang kini hidup di bawah bayang-bayang ketakutan.

Nasruddin juga menyayangkan telah munculnya intimidasi dari kelompok preman di sana yang mengatasnamakan rakyat.

“Di sana ada ribuan nyawa yang mencari nafkah halal, saat mereka merasa terancam oleh premanisme, di mana kehadiran negara,” tukasnya.

"Keamanan dan ketertiban bukan opsi, itu kewajiban," tegas Nasruddin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved