Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Utara

Teror Cuaca Ekstrem di Aceh Utara, Petani Meninggal Disambar Petir di Dapur

Cuaca ekstrem di Aceh Utara menelan korban jiwa saat seorang petani bernama Zakaria (51) tersambar petir di dapur rumahnya.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
gemini.google.com
PETANI DISAMBAR PETIR - Ilustrasi hujan disertai petir yang dihasilkan oleh Gemini AI. Seorang petani di Langkahan, Aceh Utara meninggal dunia usai petir menyambar meteran listrik rumahnya. 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem di Aceh Utara menelan korban jiwa saat seorang petani bernama Zakaria (51) tersambar petir di dapur rumahnya.
  • Dalam kejadian yang sama, seorang bocah berusia 9 tahun, Khalis Multazam, juga tersambar petir dan kini dirawat intensif di RS Cut Meutia.
  • Polisi mengimbau warga untuk waspada, menghindari penggunaan listrik, dan mencari tempat aman saat hujan deras disertai petir.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada Senin (13/4/2026) sore, menelan korban jiwa.

Seorang petani bernama Zakaria (51), warga Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, meninggal dunia setelah tersambar petir sekitar pukul 14.50 WIB.

Dalam peristiwa yang sama, seorang bocah berusia 9 tahun, Khalis Multazam, juga ikut menjadi korban.

Anak usia 9 tahun itu kini dirawat intensif di Rumah Sakit Cut Meutia setelah sebelumnya mendapat penanganan awal di Puskesmas Langkahan.

Kapolsek Langkahan, Iptu Edi Munandar menjelaskan, bahwa sambaran petir pertama kali mengenai meteran listrik salah satu rumah warga hingga menimbulkan ledakan. 

Tak lama kemudian, Zakaria ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dapur rumahnya.

Baca juga: Awas! Malam Ini Hujan Petir Potensi Landa Aceh Singkil, Kurangi Aktivitas di Luar 

Beberapa saat setelah itu, warga kembali melaporkan bahwa Khalis juga tersambar petir di rumah yang berdekatan.

Kedua korban segera dievakuasi ke Puskesmas Langkahan, namun nyawa Zakaria tidak tertolong.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sambaran petir menjalar melalui aliran listrik rumah warga, sehingga memperbesar dampak hingga mengenai kedua korban. 

Jenazah Zakaria telah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan, sementara Khalis masih menjalani perawatan intensif.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan bahaya cuaca ekstrem, khususnya hujan deras disertai petir. 

Pihak Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari penggunaan perangkat listrik, serta segera mencari tempat aman saat terjadi badai petir.

Baca juga: BMKG Ingatkan Warga Barat Selatan Waspadai Potensi Hujan Disertai Petir

Kejadian ini menegaskan bahwa ancaman cuaca ekstrem bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa. 

Pemerintah daerah bersama aparat berharap masyarakat lebih waspada dan siap menghadapi kondisi alam yang tidak menentu, agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved