Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Praktisi Kembali Ke Kampus: Isa Alima Hadir Berbagi Pengalaman di Fisip USK

Dr. Effendi Hasan, MA menyampaikan bahwa undangan praktisi menjadi bagian krusial dalam membentuk perspektif holistik mahasiswa.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Drs. M. Isa Alima dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fisip USK Dr. Effendi Hasan, MA foto bersama dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Senin (13/4/2026) pagi 
Ringkasan Berita:Isa Alima hadir sebagai narasumber praktisi di FISIP Universitas Syiah Kuala untuk berbagi pengalaman dunia praktik kepada mahasiswa semester II.
 
Materi yang disampaikan menghubungkan teori perkuliahan dengan pengalaman nyata selama berkarier di dunia legislatif.
 
Wakil Dekan Effendi Hasan menilai kehadiran praktisi penting untuk membentuk perspektif holistik mahasiswa.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Suasana ruang kuliah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Senin (13/4/2026) pagi itu terasa lebih hidup dari biasanya. 

Bukan sekadar tatap muka akademik yang berjalan sesuai jadwal, melainkan pertemuan yang menghubungkan dua dunia berbeda, dunia teori yang masih hangat dengan dunia praktik yang telah diuji oleh waktu.
 
Drs. M. Isa Alima hadir sebagai narasumber praktisi untuk berbagi wawasan kepada mahasiswa semester II.

Drs. M. Isa Alima saat menyampaikan materi kuliah di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Senin (13/4/2026) pagi
Drs. M. Isa Alima saat menyampaikan materi kuliah di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Senin (13/4/2026) pagi (Serambinews.com/HO)

Kehadirannya bukan sekadar mengisi jam kuliah, tetapi menghadirkan potret nyata tentang bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan bisa hidup dan berkembang di tengah dinamika kehidupan nyata.
 
“Sudah cukup lama saya tidak merasakan suasana seperti ini,” ucap  Isa Alima dengan senyum hangat yang menyimpan banyak kenangan. 

Baca juga: Sosok Denni Iskandar, Anak Peureulak yang Sempat Putus Asa Saat Tsunami, Kini Jadi Guru Besar USK

Lebih dari satu dekade telah berlalu sejak masa aktifnya sebagai anggota legislatif, namun setiap cerita yang dibagikan masih terasa segar, seperti lembaran buku yang tak pernah pudar warnanya, bahkan setelah dibaca berkali-kali.
 
Materi yang disampaikan mengalir dengan alami, tak terkurung dalam kerangka teori belaka. 

Ia menusuk ke dalam kisah-kisah nyata, pengalaman lapangan yang pernah menghadangnya, serta pelajaran berharga yang hanya bisa diperoleh setelah melalui ujian berbagai masa. 

Mahasiswa tampak terlibat penuh, sebagian mencatat setiap poin penting dengan tekun, sebagian mengangguk perlahan saat pemahaman mulai meresap, dan tak sedikit yang tertawa riang saat cerita diselingi humor yang ringan namun bermakna.

Baca juga: Sosok Iskandar, Anak Langsa dengan Segudang Prestasi yang Kini Dikukuhkan Sebagai Guru Besar USK

Bagi para mahasiswa yang baru memasuki tahun kedua perkuliahan, pertemuan seperti ini adalah jendela yang terbuka lebar, memperlihatkan dunia luar yang kelak akan menjadi ladang bagi mereka untuk mengukir karir dan kontribusi. 

Ada energi positif yang mengalir secara tak terlihat, dari seorang yang telah menapaki jalan panjang, kepada mereka yang baru saja menginjakkan kaki di awal perjalanan.

Membentuk perspektif holistik mahasiswa

Wakil Dekan Bidang Akademik Fisip USK Dr. Effendi Hasan, MA menyampaikan bahwa undangan praktisi seperti Isa Alima menjadi bagian krusial dalam membentuk perspektif holistik mahasiswa. 

Kampus, demikian yang ditegaskan, bukan hanya tempat untuk menimba ilmu dari buku, tetapi juga ruang untuk memahami kehidupan dalam bentuk yang paling autentik dan relevan.
 
Di akhir sesi, suasana yang hangat terwujud dalam momen foto bersama. 

Baca juga: VIDEO Tambah 5 Profesor, Guru Besar USK Tembus Dua Ratus Lebih

Wajah-wajah muda yang penuh semangat berdiri berdampingan dengan sang praktisi, sebuah potret sederhana yang menyimpan makna mendalam: bahwa pengetahuan tak hanya diteruskan melalui halaman buku atau slide presentasi, melainkan melalui pertemuan yang tulus, cerita yang jujur, dan kesediaan untuk berbagi apa yang telah dipetik dari perjalanan hidup.
 
Dan mungkin, di balik semua itu, ada rasa damai yang tersimpan dalam hati sang narasumber, bahwa berdiri kembali di depan mahasiswa, setelah sekian lama terjun di tengah masyarakat, bukan hanya tentang menyampaikan ilmu. 

Melainkan juga tentang menemukan kembali jejak diri yang pernah tumbuh dan berkembang di ruang yang sama seperti mereka.(*)

Baca juga: Sosok Samingan, Putra asal Bener Meriah Aceh Kini Dikukuhkan Sebagai Guru Besar di USK

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved