Minggu, 26 April 2026

Abdya

Sikapi Peringatan BMKG, Polres Abdya Siapkan Skenario Tiga Tahap Penanganan Bencana 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang..

|
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
SIAGA BENCANA - Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) AKBP Agus Sulistianto SH SIK memimpin Apel Personel dalam rangka kesiapsiagaan bencana, bertempat di Mapolres setempat, Selasa (14/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Aceh pada 11–20 April 2026 yang dapat memicu banjir dan longsor.
  • Kapolres Abdya Agus Sulistianto menyiapkan skenario tiga tahap penanganan bencana, mulai dari pra bencana hingga pasca bencana.
  • Seluruh personel disiagakan 24 jam dengan fokus pada wilayah rawan seperti Blangpidie, Susoh, dan Lembah Sabil.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan.

Dampaknya, hampir seluruh wilayah Aceh, termasuk Aceh Barat Daya (Abdya) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11-20 April 2026.

Menyikapi persoalan tersebut, Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto SH SIK, menyiapkan skenario tiga tahap dalam rangka penangan bencana.

Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas rilis resmi Bupati Abdya, Safaruddin, dan BMKG yang memprediksi peningkatan curah hujan signifikan di wilayah Abdya selama sepekan ke depan.

Langkah proaktif ini ditegaskan langsung Kapolres Agus Sulistianto usai memimpin apel kesiapan di Mapolres Abdya, Selasa (14/4/2026).

Berdasarkan data pemetaan daerah rawan bencana BPBK Abdya, kata Agus, setidaknya ada tiga kecamatan masuk kategori risiko tinggi, yaitu Blangpidie berpotensi banjir luapan Sungai Krueng Beukah, Susoh berpotensi banjir rob dan genangan di pesisir, serta Lembah Sabil berpotensi tanah longsor di ruas jalan perbukitan.

"Kami tidak ingin kecolongan dan bergerak tanpa persiapan. Prinsipnya adalah preventif dan cepat tanggap. Seluruh personel Polres hingga jajaran Polsek sudah disiagakan 24 jam penuh, terutama di wilayah hukum yang petanya merah," ucap Agus.

Untuk memastikan penanganan berjalan sistematis, sebut Agus, Polres Abdya membagi skenario menjadi tiga tahap utama dengan penanggung jawab yang jelas di setiap lini.

Pertama, jelas Agus, tahap pra bencana yang berfokus pada pencegahan dan deteksi dini. Pada tahap ini, ia memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas dan personel Polsek untuk meningkatkan patroli dialogis di titik-titik rawan bencana

Sasarannya, sebut Agus, permukiman di bantaran sungai, lereng bukit dengan kemiringan curam, serta jalur lintas Blangpidie–Tapaktuan yang langganan longsor.

“Kami minta anggota cek langsung jalur evakuasi, pastikan tidak terhalang. Papan imbauan dan titik kumpul sementara juga dicek ulang,” ucapnya.

Selain patroli, tambah Agus, sosialisasi masif digencarkan lewat pengeras suara meunasah, grup whatsApp gampong, dan sambang rumah warga. 

Masyarakat diimbau mengenali tanda awal bencana, seperti air sungai keruh tiba-tiba, suara gemuruh dari bukit, atau munculnya retakan tanah di halaman. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved