Kamis, 16 April 2026

Berita Banda Aceh

Perkuat Intervensi Pascabencana, KNPS Aceh dan BKKBN Jajaki Kolaborasi

“Kami memastikan pelayanan tetap berjalan, termasuk pelayanan KB di tenda pengungsian. Alat kontrasepsi yang habis kami distribusikan kembali,

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
LAKUKAN PERTEMUAN - Ketua Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, SKM, M.Kes saat menerima kunjungan Ketua Komite Nasional Pemuda Syarikat (KNPS) Aceh, Tuanku Muhammad dan pengurus, Senin (13/4/2026) di Banda Aceh. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, SKM, M.Kes, menerima kunjungan pengurus Komite Nasional Pemuda Syarikat (KNPS) Aceh, Senin (13/4/2026) di Banda Aceh.

Pertemuan itu dalam rangka menjajaki kerja sama program, khususnya di bidang pencegahan stunting dan penguatan intervensi sosial pascabencana.

Dalam pertemuan tersebut, Safrina menyampaikan pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi dengan KNPS. Menurutnya, berbagai program Kemendukbangga yang berbasis siklus kehidupan mendapat respons positif dari KNPS, sehingga membuka peluang sinergi yang lebih luas ke depan.

“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan KNPS. Untuk mencapai tujuan besar, tentu tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus bersama-sama agar lebih ringan dan efektif,” ujar Safrina.

Safrina menjelaskan, BKKBN Aceh selama ini juga aktif menjalankan misi kemanusiaan, terutama dalam penanganan pascabencana di berbagai wilayah.

Pihaknya telah menyalurkan bantuan ke 17 kabupaten/kota, dengan fokus utama pada delapan daerah yang terdampak paling parah, seperti Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Dalam penanganan tersebut, BKKBN Aceh tidak hanya menyalurkan bantuan logistik seperti sembako dari donasi ASN dan relawan, tetapi juga memberikan layanan kesehatan reproduksi dan pendampingan psikososial.

“Kami memastikan pelayanan tetap berjalan, termasuk pelayanan KB di tenda pengungsian. Alat kontrasepsi yang habis kami distribusikan kembali, bahkan pemasangan implan bisa dilakukan langsung di lokasi pengungsian,” jelasnya.

Baca juga: Mudik Lebaran, BKKBN Aceh Hadirkan Posko Edukasi Keluarga di Aneuk Galong

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia.

Safrina menegaskan bahwa aspek trauma healing menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana.

Untuk mendukung hal tersebut, BKKBN Aceh melibatkan generasi muda melalui program Generasi Berencana (GenRe).

Para remaja ini mendapatkan pelatihan psikososial secara daring dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Pusat, sehingga mampu memberikan pendampingan yang tepat kepada korban bencana.

“Anak-anak GenRe kita sudah dibekali kemampuan untuk berinteraksi dan memberikan dukungan psikologis. Mereka turun langsung bersama PLKB sebagai relawan yang sudah tersertifikasi,” tambah Safrina.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved