Rabu, 15 April 2026

Banjir Landa Aceh

Tamiang Butuh Rp 500 M untuk Perbaiki Tambak

Aceh Tamiang membutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk memperbaiki tambak yang rusak akibat banjir November lalu

Editor: mufti
Serambinews.com/HO
KERUSAKAN TAMABAK - Kondisi salah satu tambak di Aceh Tamiang mengering akibat kerusakan yang disebabkan banjir bandang 26 November 2025 
Ringkasan Berita:
  • Aceh Tamiang membutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk memperbaiki tambak yang rusak akibat banjir November lalu
  • Kabid Perikanan Budidaya, TM Shaleh, menyampaikan, hingga kini kerusakan sumber pendapatan masyarakat dari sektor perikanan belum tertangani secara optimal
  • Saat ini, sebanyak 1.974 keluarga diketahui bergantung pada sektor budidaya perikanan di wilayah tersebut

“Sebagian besar tambak memerlukan rehabilitasi serius,” TM Shaleh, Kabid Perikanan Budidaya DPKP Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Aceh Tamiang membutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk memperbaiki tambak yang rusak akibat banjir November lalu. Sektor budidaya perikanan di kabupaten tersebut mengalami kerusakan parah.

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak luas, termasuk berpotensi meningkatkan angka kemiskinan masyarakat. Berdasarkan data terbaru, total luas tambak atau area budidaya perikanan yang rusak mencapai 3.435,5 hektare.

Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Aceh Tamiang, Asma’i, melalui Kabid Perikanan Budidaya, TM Shaleh, menyampaikan, hingga kini kerusakan sumber pendapatan masyarakat dari sektor perikanan belum tertangani secara optimal. 

Katanya, kerusakan terparah terjadi di dua kecamatan, yakni Manyak Payed seluas 1.370 hektare dan Banda Mulia seluas 1.336,3 hektare. “Sebagian besar tambak memerlukan rehabilitasi serius,” ujar Shaleh, Selasa (14/4/2026).

Katanya, untuk memulihkan kerusakan tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 500 miliar. Dana ini akan digunakan untuk rehabilitasi tambak, perbaikan pintu air dan saluran, serta pengadaan benih ikan.

Adapun komoditas yang selama ini dibudidayakan masyarakat meliputi udang, bandeng, nila salin, gurami, dan lele.

Pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan tersebut dan berharap dapat segera direalisasikan agar para pelaku usaha bisa kembali beraktivitas. 

Saat ini, sebanyak 1.974 keluarga diketahui bergantung pada sektor budidaya perikanan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, percepatan bantuan dinilai sangat penting untuk mencegah meningkatnya angka kemiskinan.(mad)

Kerusakan Tambak Tamiang:

  • Total Tambak Rusak 3.435,5 hektare
  • Terbanyak di Manyak Payed dan Banda Mulia
  • 1.974 keluarga bergantung pada usaha tambak
  • Dibutuhkan sekitar Rp 500 miliar untuk rehabilitas
  • Dana untuk perbaikan tambak, pintu air, saluran, serta pengadaan benih ikan
  • Hasil budidaya berupa udang, bandeng, nila salin, gurami, dan lele
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved