Berita Abdya
Polres Abdya Dirikan Posko Kesiapsiagaan Bencana
Selain melaksanakan apel, Polres Abdya juga mendirikan Posko Kesiapsiagaan dalam rangka merespon peringatan BMKG
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Subur Dani
Ringkasan Berita:
- Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Apel Siaga Bencana 2026 di Mapolres Blangpidie, dipimpin Kapolres AKBP Agus Sulistianto.
- Kegiatan ini merespons peringatan BMKG terkait potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir yang dapat memicu banjir, longsor, serta genangan di wilayah Abdya.
- Selain apel, Polres mendirikan posko kesiapsiagaan dan melaksanakan simulasi Tactical Floor Game (TFG).
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan Apel Siaga Bencana Tahun 2026, dalam rangka antisipasi bencana alam di wilayah hukum Polres setempat.
Apel yang dipimpin oleh Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto SH SIK itu, dilaksanakan di lapangan Mapolres setempat, Jalan Perkantoran Bukit Hijau, Kecamatan Blangpidie, Rabu (15/4/2026).
Selain melaksanakan apel, Polres Abdya juga mendirikan Posko Kesiapsiagaan dalam rangka merespon peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Bupati Abdya Safaruddin Dilantik Sebagai Sekjen Aspeksindo Periode 2025-2030
Dampaknya, hampir seluruh wilayah Aceh, termasuk Abdya berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11-20 April 2026.
Usai melaksanakan apel, Kapolres Abdya beserta jajaran juga melaksanakan Tactical Floor Game (TFG)—metode simulasi taktis menggunakan peta atau maket di lantai untuk memvisualisasikan, mematangkan rencana, dan menyamakan persepsi strategi pengamanan sebelum, sedang, dan setelah bencana.
"Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka kesiapsiagaan bencana alam tahun 2026 yang berdampak gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas serta kontijensi di wilayah Kabupaten Abdya," kata Agus.
Baca juga: Sikapi Peringatan BMKG, Polres Abdya Siapkan Skenario Tiga Tahap Penanganan Bencana
Ia menyebutkan, apel tersebut dilaksanakan sebagai respons atas rilis resmi Bupati Abdya, Safaruddin, dan BMKG yang memprediksi peningkatan curah hujan signifikan di wilayah Abdya selama sepekan ke depan.
Berdasarkan data pemetaan daerah rawan bencana BPBK Abdya, kata Agus, setidaknya ada tiga kecamatan masuk kategori risiko tinggi, yaitu Blangpidie berpotensi banjir luapan Sungai Krueng Beukah.
Susoh berpotensi banjir rob dan genangan di pesisir, serta Lembah Sabil berpotensi tanah longsor di ruas jalan perbukitan.
"Kami tidak ingin kecolongan dan bergerak tanpa persiapan. Prinsipnya adalah preventif dan cepat tanggap. Seluruh personel Polres hingga jajaran Polsek sudah disiagakan 24 jam penuh, terutama di wilayah hukum yang petanya merah," ucap Agus.
Baca juga: Bantai SKS, Harimau Kupas Melaju ke Semifinal Turnamen Voli Kapolres Lhokseumawe Cup
Untuk memastikan penanganan berjalan sistematis, sebut Agus, Polres Abdya membagi skenario menjadi tiga tahap utama dengan penanggung jawab yang jelas di setiap lini.
Pertama, jelas Agus, tahap pra bencana yang berfokus pada pencegahan dan deteksi dini. Pada tahap ini, ia memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas dan personel Polsek untuk meningkatkan patroli dialogis di titik-titik rawan bencana.
Sasarannya, sebut Agus, permukiman di bantaran sungai, lereng bukit dengan kemiringan curam, serta jalur lintas Blangpidie–Tapaktuan yang langganan longsor.
“Kami minta anggota cek langsung jalur evakuasi, pastikan tidak terhalang. Papan imbauan dan titik kumpul sementara juga dicek ulang,” ucapnya.
Baca juga: VIDEO - Citra Satelit Bongkar Serangan Iran di Kuwait, Helikopter Andalan AS Hancur di Dua Pangkalan
Selain patroli, tambah Agus, sosialisasi masif digencarkan lewat pengeras suara meunasah, grup whatsApp gampong, dan sambang rumah warga.
Masyarakat diimbau mengenali tanda awal bencana, seperti air sungai keruh tiba-tiba, suara gemuruh dari bukit, atau munculnya retakan tanah di halaman.
"Bhabinkamtibmas juga kita minta mendata kelompok rentan, baik itu lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas untuk diprioritaskan saat evakuasi," kata Agus.
Kedua, sambungnya, tahap tanggap darurat, yang difokuskan pada gerak cepat 1x24 jam.
Baca juga: Polres Abdya Cek Dugaan Luapan Limbah dari Tong Emas di Babahrot, Begini Kondisinya
"Begitu status dinaikkan menjadi “tanggap darurat” oleh bupati, Polres Abdya langsung mengaktifkan Posko Terpadu di Mapolres dan tiga Posko Sektor di Polsek Blangpidie, Susoh, dan Lembah Sabil," ujarnya.
Di tahap ini, sebutnya, komponennya meliputi Pengerahan Tim SAR Polres dengan kualifikasi selam, vertical rescue, dan operator perahu karet langsung menuju lokasi.
Kemudian, tambahnya, evakuasi warga, yang memprioritaskan pada kelompok rentan.
"Kendaraan dinas patroli dan truk Dalmas kita siapkan sebagai angkutan evakuasi," ucapnya.
Selanjutnya, sebut Agus, pengaturan lalu lintas, di mana Satlantas menutup total jalur yang tertimbun longsor dan menyiapkan jalur alternatif. Personel ditempatkan 24 jam untuk mencegah warga yang nekat menerobos.
"Kemudian dapur umum dan kesehatan. Kita akan berkoordinasi dengan Bhayangkari Cabang Abdya dan Sidokkes. Dapur umum dibuka di posko untuk menjamin logistik pengungsi hari pertama," ujarnya.
Tahap ketiga, tambah Agus, pasca bencana, yaitu pemulihan dan pengamanan. Usai air surut atau material longsor dibersihkan, fokus bergeser ke pemulihan.
Tahap ini, jelasnya, melibatkan Samapta dan Reskrim untuk melakukan patroli anti-penjarahan di rumah warga yang ditinggal mengungsi.
Tim Identifikasi dari Satreskrim membantu mendata korban jiwa, luka-luka, dan kerugian materil untuk keperluan klaim bantuan.
Baca juga: OPM Tembak Tiga Warga Sipil di Puncak, Korban Perempuan dan Anak-anak Dievakuasi ke RSUD Mulia
“Yang sering luput adalah trauma warga. Kami siapkan juga personel Polwan dan Bhabinkamtibmas untuk pendampingan psikososial awal di tenda pengungsi, sambil menunggu tim Dinsos,” ucapnya.
Guna mendukung skenario tersebut, kata Agus, Kabag Log Polres Abdya, telah dilakukan pengecekan total seluruh peralatan SAR. Hasilnya, Polres Abdya kini memiliki 2 unit perahu karet siap pakai, 3 tenda pleton, serta perangkat lainnya.
"Tentu semua tahapan ini tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus sama-sama bekerja dan bekerja sama dengan melibatkan unsur terkait lainnya," pungkas Agus.
Pada kegiatan itu, Kapolres Abdya serta jajaran juga melakukan pengecekan Kesiapsiagaan personel, alat, dan kendaraan untuk kesiapan menghadapi darurat bencana tahun 2026.(*)
| Harga Emas di Abdya Kembali Meroket, Cek Pasaran 15 April 2026 |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca 15 April 2026: Hujan Ringan dan Hujan Petir Landa Abdya |
|
|---|
| Bupati Abdya Safaruddin Dilantik Sebagai Sekjen Aspeksindo Periode 2025-2030 |
|
|---|
| Wabup Abdya Kunjungi Nurlaila, Janda Tiga Anak di Cot Mane, Pastikan Bangun Rumah Layak Huni |
|
|---|
| Pencarian Kadus Hilang di Pegunungan Serah Panyang Distop, BPBD Abdya: Sesuai SOP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/POSKO-BENCANA-ABDYA-20260415.jpg)