Selain BNPB, Pihak Swasta Juga Bangun Puluhan Huntap di Bireuen
Pembangunan Hunian Tetap atau Huntap di Bireuen terus dipacu, selain dibangun BNPB, juga ada yang dibangun pihak swasta.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Pembangunan huntap di Bireuen melibatkan swasta, termasuk PT Blang Keutumba milik Subarni A. Gani dengan total 60 unit di beberapa desa.
- Selain itu, DT Peduli membangun 45 unit dan PT Takabeya Perkasa Group membangun 7 unit dengan progres bervariasi hingga 50 persen.
- Total 152 unit huntap tahap I sedang dibangun, diharapkan segera ditempati penyintas bencana.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pembangunan Hunian Tetap atau Huntap di Bireuen terus dipacu, selain dibangun BNPB, juga ada yang dibangun pihak swasta.
Juru bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli kepada Serambinews.com, Rabu (15/4/2026) mengatakan huntap dibangun swasta antara lain oleh H. Subarni A. Gani selaku owner PT Blang Keutumba berjumlah 60 unit.
Lokasi Huntap yang dibangun tokoh pendiri Bireuen yang dilakukan atas donasi dari PT Blang Keutumba tersebar 10 unit di Balee Panah, 10 unit di Teupin Mane, 10 unit di Simpang Jaya, Kecamatan Juli.
Kemudian ada 10 unit di Alue Limeng, dan rencana 10 unit di Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa.
"Pembangunan 10 unit di Salah Sirong belum dapat dimulai karena pengiriman material belum bisa dilakukan ke sana, maka pembangunan huntap di Salah Sirong belum dapat dilakukan," ujarnya.
Selanjutnya juga dibangun beberapa unit di Desa Kubu, di Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
Baca juga: Puluhan Huntap Korban Banjir di Bireuen Mulai Dibangun, Ini Datanya
Progres pembangunannya bervariasi, ada yang belum dapat dikerjakan, ada yang baru dimulai, dan ada yang progresnya sudah mencapai 50 persen.
Kemudian, kata Muhajir untuk pembangunan 45 unit huntap di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka yang dikerjakan oleh DT Peduli, pada Senin, 13 April 2026, mulai pemasangan bouwplank (boplang).
Partisipasi pihak swasta lainnya yaitu bangunan Huntap dari PT Takabeya Perkasa Group.
Perusahaan tersebut membangun tujuh unit huntap di Kecamatan Gandapura.
Rinciannya kata Muhajir ada satu unit di Blang Guron, satu unit di Cot Tufah, satu unit di Cubo, satu unit di Teupin Siron, dan tiga unit di Samuti Aman.
"Dari tujuh unit, lima unit sudah tahap pemasangan dinding, dan dua sudah selesai pemasangan boplang," rincinya.
Baca juga: Mahasiswa UNIKI Bireuen Hibur Anak Pengungsi Banjir di Ketol Aceh Tengah
Muhajir menambahkan, pembangunan huntap tahap I dilakukan secara berangsur-angsur baik oleh BNPB maupun oleh pihak swasta yang telah menyampaikan komitmennya kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Saat ini huntap yang mulai dan sedang dalam proses pembangunan di Bireuen berjumlah 152 unit.
"Mudah-mudahan pembangunan huntap tahap I dapat berjalan lancar, sehingga penyintas bencana yang rumahnya telah mendapatkan status rusak berat/hilang berdasarkan hasil verifikasi tahap I oleh BNPB, secepatnya dapat menghuni rumahnya," demikian Muhajir. (*)
| Harga Emas di Abdya Diam di Tempat, Segini Harganya pada 14 Mei 2026 |
|
|---|
| Usai Turun, Harga Emas di Pasar Langsa Bertahan di Hari Libur 13 Mei 2026 |
|
|---|
| Desil Dicari, Label Miskin Dihindari |
|
|---|
| 135 Pengajar "Beut Kitab Bak Sikula" Ikuti Bimtek Angkatan Terakhir |
|
|---|
| Kapolres Lhokseumawe: Pengawasan SPPG Harus Ketat untuk Dukung Program MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muhajir-16042026.jpg)