Jumat, 17 April 2026

Berita Aceh Timur

Warga Was-was, Abrasi Tanggul DAS Arakundo di Aceh Timur Semakin Parah

"Warga setempat mengaku was-was. Ketika air sungai pasang, tidak ada lagi penahan atau aliran untuk mengaliri air dari kampung," kata Muhammad.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Foto: Kiriman Camat.
Abrasi tanggul DAS Arakundo semakin melebar hingga ke arah permukiman warga, usai banjir kemarin dinding tanggul yang menjadi penahan selama ini juga ikut roboh. 
Ringkasan Berita:
  • Abrasi sepanjang 40–50 meter di DAS Arakundo, Gampong Blang Gleum, Julok, Aceh Timur, belum tertangani sejak jebol akibat banjir bandang November 2025.
  • Tanggul masih retak dan longsor, meninggalkan permukiman warga tanpa perlindungan dari luapan sungai. Berbeda dengan titik abrasi lain di Julok yang sudah diperbaiki.
  • Warga was-was karena saat air pasang tidak ada penahan. Meski debit air rendah di musim kemarau, hujan deras di hulu bisa kembali merendam desa.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Abrasi tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Arakundo di Gampong Blang Gleum, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur hingga kini belum tertangani.

Kerusakan sepanjang 40 hingga 50 meter itu dibiarkan terbuka sejak banjir bandang menerjang kawasan tersebut.

Kondisi di lapangan menunjukkan, tanggul yang jebol belum mendapatkan penanganan sama sekali, berbeda dengan sejumlah titik abrasi lain di wilayah Julok yang sudah diperbaiki

Konfirmasi Serambinews.com, dengan Camat Julok, Muhammad, pada Kamis (16/4/2026), retakan dan longsor dinding tanggul masih tampak nyata megangga, meninggalkan permukiman warga tanpa perlindungan memadai dari ancaman luapan sungai.

"Warga setempat mengaku was-was. Ketika air sungai pasang, tidak ada lagi penahan atau aliran untuk mengaliri air dari kampung," kata Muhammad.

Baca juga: Buaya di DAS Peureulak dan Arakundo Aceh Timur Makin Menakutkan, YAKATA Desak Solusi Jangka Panjang

Belajar dari hitoris, pada akhir November lalu, ratusan rumah terendam dan sebagian mengalami kerusakan parah akibat jebolnya tanggul DAS Arakundo ini yang disebabkan banjir bandang November 2025.

Oleh sebab itu, perlu adanya perbaikan cepat terhadap tanggul penahan ini, sehingga luapan sungai Arakundo saat musim penghujan tidak langsung mengalir ke desa.

Meskipun saat ini debit air sungai sedang rendah, karena memasuki musim kemarau.

Namun, situasi dapat berubah tatkala hujan deras dikawasan hulu.

Tanpa tanggul yang utuh permukiman Blang Gleum bisa kembali terendam.

Muhammad memaparkan bahwa dirinya sudah menyampaikan laporan kritis ini ke Bupati Aceh Timur dan BNPB.

"Setelah saya melihat langsung kondisinya, langsung saya laporan ke pimpinan," paparnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved