Senin, 27 April 2026

Berita Abdya

HRD Minta Kader PKB Abdya Jangan Tinggalkan Ulama: Kita Dilahirkan dari Rahim Dayah dan Santri

HRD mengajak dan mengimbau kepada para kader dan simpatisan PKB agar tidak seperti kacang lupa pada kulitnya.

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Subur Dani
SERAMBINEWS.COM/MASRIAN MIZANI/Masrian Mizani
MUSCAB PKB ABDYA - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Aceh, H Ruslan M Daud (HRD), foto bersama dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Abdya, bertempat di aula Arena Motel, Blangpidie, Kamis (16/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ketua DPW PKB Aceh, H Ruslan M Daud (HRD), menegaskan bahwa PKB dilahirkan dari rahim ulama, dayah, santri, dan tokoh agama, sehingga kader diminta untuk tidak meninggalkan ulama dan tetap mendengarkan aspirasi mereka.
  • HRD menitipkan kader PKB Abdya kepada ulama agar dibimbing sehingga keberadaan mereka bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Aceh, H Ruslan M Daud (HRD), mengatakan bahwa PKB dilahirkan dari "rahim" ulama.

Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Abdya, bertempat di aula Arena Motel, Blangpidie, Kamis (16/4/2026).

Pada momentum itu, HRD, mengajak dan mengimbau kepada para kader dan simpatisan PKB agar tidak seperti kacang lupa pada kulitnya.

Baca juga: Bupati Abdya Safaruddin Titipkan Sejumlah Agenda Pembangunan Kepada HRD

"Maknanya adalah kita harus tahu dari mana kita dilahirkan. PKB ini dilahirkan di rahim ulama, dayah, santri, dan rahim tokoh-tokoh agama," kata HRD.

Oleh karena itu, HRD mengintruksikan seluruh kader PKB agar jangan meniggalkan ulama, dayah, santri, balai-balai pengajian, majelis taklim, imum chik dan Teungku-teungku gampong.

Sebab, sambungnya, dari tempat itulah PKB dilahirkan. Maka seluruh kader harus ingat dan mendengarkan aspirasi dan harapan mereka.

Baca juga: Pleno Muscab PKB Banda Aceh Tetapkan Lima Nama, Syukri Rahmat Masuk Bursa Balon Ketua

Pada kesempatan kesempatan tersebut, HRD juga menitipkan keluarga besar PKB Abdya kepada ulama agar diawasi dan diberikan petunjuk-petunjuk supaya kehadiran kader PKB berguna bagi agama, bangsa, dan negara.

"Insya Allah di bawah kepemimpinan kita bersama, kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, mulai dari pusat hingga tingkat kabupaten/kota," ucapnya.

Siap Mendorong Pembangunan Abdya

Pada kesempatan itu, HRD yang juga anggota Komisi V DPR RI optimis bahwa Abdya akan berkembang di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin.

Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong dan mengawal masuknya anggaran pusat ke daerah.

“Kami siap mendorong dan mengawal kehadiran APBN untuk pembangunan Abdya. Tidak mungkin Aceh atau Abdya hanya menjadi penonton,” kata HRD.

Baca juga: Baleg DPR RI Bahas Revisi UUPA dalam Rapat di Anjong Mon Mata

Sebagai anggota Komisi V dan Badan Anggaran DPR RI, ia menilai peluang pendanaan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Instruksi Presiden (Inpres) harus dimanfaatkan maksimal. 

Dengan begitu, tambahnya, anggaran daerah dapat dialihkan ke program prioritas lainnya.

"Insya Allah apa yang diharapkan masyarakat Abdya dan harapan Pak Bupati, kami siap mendorong dan mengawal, baik itu pembangunan jalan dua jalur maupun sayap kanan irigasi Krueng Beukah," pungkas HRD. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved