Minggu, 3 Mei 2026

Berita Bireuen

Murid SD Sukma Bangsa Bireuen Gelar Kunjungan Edukatif ke Museum Rumah Aceh Pijay

Sebanyak 51 siswa kelas V SD Sukma Bangsa Bireuen melakukan kunjungan edukatif ke Museum Rumah Aceh Pidie Jaya pada Kamis (16/4/2026).

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
KUNJUNGI MUSEUM - Sebanyak 51 siswa/i Kelas V-Komet dan V-Matahari Sekolah Dasar (SD) Sukma Bangsa Bireuen, Kamis (16/4/2026), melakukan kegiatan school visit ke Museum Rumoh Aceh Pidie Jaya. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 51 siswa kelas V SD Sukma Bangsa Bireuen melakukan kunjungan edukatif ke Museum Rumah Aceh Pidie Jaya pada Kamis (16/4/2026).
  • Didampingi empat guru, mereka mengikuti kegiatan interaktif seperti treasure hunt, menyusun puzzle ulama Pidie Jaya, serta mengenal bangunan bersejarah dan permainan tradisional.
  • Kegiatan ini menjadi kolaborasi lintas mata pelajaran dan memberi pengalaman berkesan, termasuk menaiki rakit, sekaligus menanamkan nilai menghargai warisan budaya Aceh.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 51 siswa Kelas V-Komet dan V-Matahari SD Sukma Bangsa Bireuen melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Rumah Aceh Pidie Jaya (Pijay) pada Kamis (16/4/2026).

Didampingi empat guru, yakni Ika Meutia, Idawati, Nurlaili, dan Asmaul Husna, kegiatan ini disambut antusias oleh pihak museum dan berlangsung penuh semangat.

Rangkaian acara dimulai dengan pembagian kelompok melalui permainan interaktif.

Dilanjutkan dengan treasure hunt serta penyusunan puzzle edukatif tentang tujuh tokoh ulama Pidie Jaya.

Para siswa juga diperkenalkan dengan bangunan bersejarah, bagian-bagian rumoh Aceh, serta mencoba permainan tradisional khas daerah.

Mereka mengamati langsung benda-benda bersejarah seperti peralatan rumah tangga tradisional, informasi masjid bersejarah, dan tokoh ulama, kemudian mencatat hasil pengamatan sebagai bagian dari pembelajaran.

Menurut guru pendamping, kegiatan ini merupakan kolaborasi dari tiga mata pelajaran: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). 

Dalam Bahasa Indonesia, siswa dilatih menyusun laporan kunjungan.

Baca juga: Hari Ini, Museum Rumoh Aceh di Peureulak Diresmikan, Sekaligus Festival Kuliner 

Pada Matematika, mereka mengolah data hasil pengamatan.

Sementara pada SBK, siswa mengidentifikasi warisan budaya yang ada di museum.

Salah satu momen paling berkesan adalah ketika siswa menaiki ketek atau rakit yang menghubungkan area museum dengan Kantor Pemerintahan Pidie Jaya

Pengalaman ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mempererat kebersamaan antar siswa.

Guru pendamping, Nurlaili menegaskan, bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang berharga bagi anak-anak.

Melalui school visit ini, diharapkan siswa semakin mengenal dan menghargai warisan budaya Aceh, sekaligus meningkatkan keterampilan belajar terpadu. 

Program ini juga menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan dan menanamkan nilai pentingnya menjaga serta melestarikan budaya lokal.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved