Berita Bireuen
Saluran Buangan ke Kuala Raja Perlu Normalisasi, Begini Kondisinya
Karena itu, diharapkan adanya normalisasi sehingga saluran kembali menjadi lancar.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Subur Dani
Ringkasan Berita:
- Saluran buangan dari Desa Ujong Blang ke Kuala Raja sudah dangkal, dipenuhi sedimen, rumput ilalang, dan sampah sepanjang lebih dari 2 km, bahkan ada bagian dinding saluran yang rusak.
- Sampah yang menyumbat saluran menyebabkan air meluber ke sawah dan tambak masyarakat, menimbulkan pencemaran serta mengganggu aliran air terutama saat pasang surut.
- Sekdes Kuala Raja meminta Pemkab Bireuen melakukan normalisasi agar aliran air kembali lancar.
Laporan Waratawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Saluran buangan mulai dari Desa Ujong Blang tembus ke Kuala Raja, Kuala Bireuen sudah dangkal dan dipenuhi sampah.
Karena itu, diharapkan adanya normalisasi sehingga saluran kembali menjadi lancar.
Selain itu, masyarakat di mana saja diharapkan untuk tidak membuang sampah dalam saluran yang bisa menyumbat saluran dan sebagian meluber ke sawah-sawah di kawasan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Sekdes Kuala Raja, Jufrizal kepada Serambinews.com, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: DPKP Bireuen Bersama Lintas Sektor Bersihkan Sampah di Objek Wisata Pantai Kuala Raja
Amatan media ini, saluran mulai dari Desa Ujong Blang tembus ke Kuala Raja permukaan lumayan memadai, namun dipenuhi rumput ilalang dan sampah hampir sepanjang saluran.
Bahkan, pada satu lokasi persimpangan, dinding saluran sudah rusak dan dipenuhi rumput maupun sampah.
Jufrizal mengatakan, kondisi saluran utama di dekat tambak udang perlu perbaikan.
“Kalau kondisi air surut terlihat jelas sedimen di saluran, kalau air pasang tidak begitu jelas sedimennya,” ujarnya.
Baca juga: DWP Aceh Peduli Serahkan Bantuan untuk ASN Korban Banjir Bireuen
Ia mengharapkan kepada Pemkab Bireuen untuk dapat normalisasi saluran air dan aliran kuala di sekitar tambak masyarakat telah dangkal akibat sedimen lumpur dan sampah.
Panjang saluran yang dipenuhi sedimen dan sampah sekitar 2 Km lebih, kondisinya memerlukan penanganan dinas terkait sehingga aliran air lancar.
Dengan adanya normalisasi selain lancarnya air juga sebagai upaya untuk mengatasi pencemaran lingkungan dari sampah hanyut dari perkotaan itu.
Baca juga: Meuseraya Toet Lemang di HUT Ke-24 Abdya, Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat Bumoe Breuh Sigupai
Diharapkan, dengan normalisasi air pasang laut mengalir dalam kuala dapat dimanfaatkan secara maksimal lagi oleh petani tambak.
Apalagi katanya, kawasan Kuala Raja sudah menjadi salah satu kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang nantinya terus berkembang, saluran juga menjadi hal penting pengembangan kawasan tersebut sehingga air semakin lancar.(*)
| Murid SD Sukma Bangsa Bireuen Gelar Kunjungan Edukatif ke Museum Rumah Aceh Pijay |
|
|---|
| Remaja Masjid Besar Samalanga Rombak Struktur dan Program Kerja |
|
|---|
| BAN-PT Asesmen Prodi Akuakultur FP Umuslim, Rektor Bidik Akreditasi Unggul |
|
|---|
| DPKP Bireuen Bersama Lintas Sektor Bersihkan Sampah di Objek Wisata Pantai Kuala Raja |
|
|---|
| DWP Aceh Peduli Serahkan Bantuan untuk ASN Korban Banjir Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SALURAN-SUMBAT-2026.jpg)