Minggu, 19 April 2026

Banjir Landa Aceh

Tamiang Kebut Pembangunan Huntara

Armia memastikan pembangunan hunian sementara untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang terus dikebut.

Editor: mufti
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Fahmi 
Ringkasan Berita:
  • Armia memastikan pembangunan hunian sementara untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang terus dikebut
  • Pemerintah daerah sendiri diyakinkan Armia Pahmi terus berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan yang memegang hak guna usaha (HGU)
  • Sebanyak 163 keluarga di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang telah direlokasi ke hunian sementara (Huntara)

Sebagian perusahaan sudah menunjukkan komitmennya dengan memberikan HGUnya, peran ini sangat penting dalam membantu masyarakat kita yang membutuhkan hunian layak. ARMIA PAHMI, Bupati Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang meminta seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit koorperatif dalam mewujudkan pembangunan hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap) untuk korban banjir bandang. 

Peran perusahaan pemegang izin HGU ini sangat vital karena menyangkut ketersediaan lahan pembangunan. “Kita tidak memiliki lahan yang cukup, opsi terbaik itu di HGU,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Sabtu (18/4/2026).

Armia memastikan pembangunan hunian sementara untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang terus dikebut. Proses pengerjaan ini didukung penuh pemerintah pusat dan multi lembaga yang mendapat sokongan anggaran dari para donatur. “Huntara ini sudah menjadi kebutuhan penting, masyarakat kita harus tinggal di tempat yang layak,” katanya.

Kebutuhan huntara di Aceh Tamiang mencapai 8.190 unit. Sejauh ini progres pembangunan baru mencapai 50 persen, sehingga diperlukan konsentrasi untuk merealisasikannya.

Pemerintah daerah sendiri diyakinkan Armia Pahmi terus berkoordinasi dengan perusahaan perkebunan yang memegang hak guna usaha (HGU). “Sebagian perusahaan sudah menunjukkan komitmennya dengan memberikan HGUnya, peran ini sangat penting dalam membantu masyarakat kita yang membutuhkan hunian layak,” ungkapnya.

Sementara kebutuhan huntap mencapai 10 ribu unit. Sejauh ini realisasi pembangunan huntap baru dilakukan oleh Buddha Tzu chi sebanyak 500 unit dan Mabes Polri 150 unit. (mad)

Warga Lubuksidup Direlokasi

Sebanyak 163 keluarga di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang telah direlokasi ke hunian sementara (Huntara).

Relokasi ini berlangsung pada Kamis (16/4/2026) kemarin, seiring telah rampungnya proses pembangunan huntara di kampung itu.

“Pemerintah terus berpikir mencari solusi untuk memberikan hunian yang layak untuk masyarakat,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Sabtu (18/4/2026).

Disadarinya kalau huntara belum sempurna, tapi setidaknya bisa dijadikan tempat hunian yang lebih manusiawi bagi masyarakat. “Tersedia fasilitas seperti MCK dengan sumber air yang baik, ini harus kita syukuri bersama,” kata Armia.

Lubuksidup merupakan salah satu kampung di Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan terparah pada banjir bandang 26 November 2026 lalu. Kerusakan rumah yang nyaris mencapai 100 persen sempat menyatakan desa ini sebagai perkampungan yang hilang. (mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved